Liga 1 Bisa Dihelat dengan Penonton

13
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) dan Menpora Zainudin Amali menunjukkan surat resmi izin keramaian Liga 1 dan Liga 2 2021 di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5). (jpg)

Pada Juli nanti, terbuka peluang stadion-stadion di tanah air ramai lagi. Bukan hanya karena Liga 1 dan 2 bakal mulai diputar lagi setelah izin keramaian dikeluarkan Polri Senin (31/5) lalu. Tetapi juga karena dua kompetisi sepak bola strata teratas di tanah air itu berpeluang boleh dihadiri langsung penonton meski dalam jumlah terbatas.

“Kompetisi dimulai Juli 2021. Baru saja ada arus balik yang masih dipantau. Kalau memang ada penurunan (kasus) Covid-19, kita akan lihat apakah bisa diberi kelonggaran (adanya penonton) itu,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lobi gedung utama Mabes Polri, Jakarta, Senin lalu itu.

Sigit menyatakan, izin keramaian dikeluarkan setelah melewati serangkaian diskusi. Perhelatan turnamen pramusim Piala Menpora lalu juga menjadi bahan evaluasi. Piala Menpora dinilai berlangsung dengan baik. Namun, Kapolri menyayangkan, di akhir ajang tersebut, justru terjadi arak-arakan atau konvoi suporter yang berpotensi menjadi klaster Covid-19. “Kami harapkan arak-arakan tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat memang sangat digarisbawahi kepolisian. Artinya, lanjut Kapolri, bila ada pelanggaran prokes, bisa jadi izin keramaian bakal dicabut. “Jangan sampai ada potensi klaster baru Covid-19,” tegasnya.

Liga 1 2020 hanya berlangsung tiga pekan saat pandemi Covid-19 menghantam. Piala Menpora pada awal tahun ini merupakan ajang sepak bola level nasional pertama yang dihelat sejak Indonesia memasuki pandemi pada Maret tahun lalu. Turnamen yang dimenangkan Persija Jakarta itu diselenggarakan tanpa penonton.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berterima kasih kepada Kapolri dan jajaran atas keluarnya izin keramaian untuk Liga 1 dan 2. Menpora menjelaskan bahwa pihaknya mengadakan rapat dengan berbagai instansi seperti PSSI, PT LIB, Kemenkes, Satgas Covid-19, dan BNPB sebelum proposal izin keramaian tersebut diajukan kepada Kapolri.

Baca Juga:  Serunya UEFA EURO 2020™ di MOLA, Kini Tersedia di IndiHome TV!

Dalam berbagai rapat dan diskusi itu diputuskan, Liga 1 dan 2 akan dihelat mulai Juli 2021 hingga Maret 2022. Rencananya, kickoff berlangsung pada 10 Juli dan Liga 2 dua pekan kemudian.

“Namun, ada perbedaan dengan penyelenggaraan musim kompetisi dalam keadaan normal,” paparnya. Kompetisi diselenggarakan dengan sistem bubble atau klaster dan bakal dipusatkan di Pulau Jawa saja. “Tidak seperti kompetisi normal yang memakai sistem home and away,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita menyebutkan, sistem klaster Liga 1 musim ini tersebar di enam provinsi dan menggunakan 24 stadion. Selain itu, penyelenggaraan kompetisi memiliki dua opsi. Pertama, seluruh pertandingan diadakan tanpa penonton.

Pilihan itu diambil berdasar pengalaman dalam penyelenggaraan Piala Menpora 2021 dengan penerapan prokes sangat ketat sehingga dapat meminimalkan masalah dalam perjalanan ajang.

Opsi kedua adalah laga dihadiri penonton. Namun, opsi itu bakal diiringi peraturan yang sangat ketat. Jumlah penonton dibatasi 2.000 atau 5.000 orang saja, bergantung status pandemi daerah bersangkutan. Stadion di Liga 1 umumnya berkapasitas lebih dari 15 ribu penonton.

Selain itu, status sebuah wilayah berperan penting. Jika terjadi peningkatan ekstrem kasus Covid-19 di daerah yang tengah menghelat Liga 1, pertandingan bisa dibatalkan atau dipindahkan. (idr/raf/c14/ttg/jpg)

Previous articlePertama di Dunia, Tiongkok Temukan Kasus Flu Burung pada Manusia
Next articlePLN Luncurkan Layanan Internet Iconnet