Sancho Jangan Seperti Dembele

Jadon Sancho masih berlatih di Strobelalle –markas latihan Borussia Dortmund— Selasa lalu (31/3). Pemandangan yang sangat mungkin tidak terjadi lagi musim depan. Sebab, setelah mempertahankannya mati-matian musim ini, Dortmund akhirnya memasang banderol untuk Sancho.

Nominal untuk wide attacker sensasional berusia 20 tahun itu adalahEUR 130 juta atau setara dengan Rp 2,32 triliun (kurs EUR 1 = Rp 17. 906). Dan, Independent mengklaim, Sancho secara tak resmi mengungkapkan kesedian untuk bergabung dengan Manchester United musim depan. Benarkah?

Selama ini, Sancho hanya memberikan sinyal-sinyal di media sosial tentang masa depannya. Misalnya, saat The Rockets –julukan Sancho- sedang live Instagram bersama pemain Tottenham Hotspur Ryan Sessegnon pekan lalu. Dia hanya memberikan emoji senyum kepada fans yang bertanya soal peluangnya bergabung dengan United musim depan.

Seiring dengan penetapan banderol Sancho, United memang menjadi klub terdepan yang siap menebus fee pemain yang membela Dortmund tiga tahun terakhir tersebut. Fee itu dapat menjadikannya rekrutan termahal dalam histori The Red Devils. Selain itu, Daily Mirror mengklaim, United bersedia menggaji Sancho GBP 400 ribu (Rp 8,08 miliar) per pekan. Gaji itu juga bayaran tertinggi di Aon Training Complex, markas latih United.

Selain United, raksasa Premier League lainnya seperti Liverpool, Chelsea, hingga Manchester City yang notabene klub akademi Sancho juga turut meramaikan perburuan The Rockets. ”Kami berkeyakinan, meski banyak klub Eropa yang dilanda krisis finansial akibat pandemi Covid-19, mereka punya kemampuan memenuhi harga yang kami minta (untuk Sancho, red),” ucap CEO Dortmund Hans-Joachim Watzke seperti dilansir Sport Bild.

Hanya, yang perlu menjadi perhatian klub peminat Sancho adalah pengalaman dari Ousmane Dembele. Wide attacker muda yang dijual Dortmund tiga musim lalu dengan harga wah, yakni EUR 105 juta (rp 2,12 triliun). FC Barcelona yang mendapatkan Dembele kala itu, tampaknya, lebih banyak merugi ketimbang untung atas pemain yang kini berusia 22 tahun tersebut.

Performa angin-anginan atau hanya bersinar musim lalu (14 gol dari 42 laga), Dembele lebih banyak menghiasi media dengan pemberitaan kasus indisipliner. Barca pun disebut sudah gatal ingin melepas pemain asal Perancis itu seandainya mendapat pengganti yang sesuai dengan keinginan.

Legenda Jerman Lothar Matthaeus termasuk yang menyebut Sancho bisa bernasi seperti Dembele seandainya meninggalkan Dortmund menuju Premier League musim depan. ”Lagi pula, untuk apa dia kembali ke Inggris? Entah itu United atau mungki City. Apa dia akan sukses? Tidak juga,” sindir Matthaeus kepada Sky Sport.

Rio Ferdinand, legenda United yang juga pandit BT Sport, setalagi tiga uang dengan Matthaeus. ”Aku tidak berharap Jadon (Sancho) seperti Dembele. Pergi dengan nominal mahal di usia 20 tahun, tetapi tidak bisa memenuhi ekspektasi tinggi di klub baru yang mereka anggap lebih besar tantangannya,” ungkap Ferdinand dalam Instagram Live.

Ferdinand menambahkan, Sancho di United bisa semengilap di Dortmund dengan sejumlah syarat. ”Dia harus lebih banyak bermain, menjadi starter, serta mempunyai tim dan staf manajemen yang membantunya untuk improve,” tuturnya. (*)