Reina Serasa Dilindas Kereta Api

Kiper Aston Villa, Pepe Reina, mengalami sesak napas selama berjuang melawan Covid-19. (AFP)

Masa karantina 14 hari klub-klub Eropa sudah berakhir. Tapi, sejumlah pemain yang positif terpapar Covid-19 sampai sekarang belum dinyatakan sembuh. Misalnya yang diungkapkan striker Juventus, Paulo Dybala, di kanal video resmi AFA (PSSI-nya Argentina), AFA Play, Rabu (1/4).

”Awalnya aku merasa lebih cepat lelah. Saat berlatih, lima menit kemudian aku kehabisan napas. Di situ aku paham ada yang salah dengan diriku,” cerita La Joya –julukan Dybala- yang dinyatakan positif Covid-19 pada 22 Maret lalu.

Striker 26 tahun itu lalu mengungkapkan siksaan virus SARS-CoV-2 tersebut. ”Aku sering batuk-batuk hebat dan sangat kedinginan. Tentu, virus ini bukanlah omong kosong,” imbuhnya.

Kekasih Dybala, Oriana Sabatini, dalam telekonferensi dengan majalah Caras turut membagikan kisah. Menurut penyanyi berkebangsaan Argentina itu, Dybala kadang masih sulit bernapas. Padahal, tim dokter Juventus intens mendampingi Dybala.

”Mereka (tim dokter Juve) tidak bisa memberikan obat-obatan karena memang belum ditemukan. Mereka hanya bisa memberikan vitamin dan effervescent,” sebut wanita yang dekat dengan Dybala setelah Piala Dunia 2018 tersebut.

Dari tanah Inggris, tepatnya Birmingham, kiper Aston Villa, Pepe Reina, juga mengungkapan pengalaman ketika virus SARS CoV-2 menyerangnya. Reina yang statusnya dipinjamkan oleh AC Milan mengalami sesak napas seperti Dybala.

Tiga hari pertama saat gejala itu muncul menjadi periode tersulitnya. ”Tenggorokanku seperti tertutup sehingga udaru tidak bisa masuk. Aku merasa tubuhku seperti dilindas kereta api,” kata Reina kepada Corriere dello Sport. (*)