Bundesliga Waspada, Kasus Positif Baru di FC Koeln

Bundesliga. (Jawapos.com)

Bundesliga belum mendapat lampu hijau dari pemerintah Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel baru akan melangsungkan telekonferensi bersama 16 menteri olahraga dari negara-negara bagian Rabu nanti (6/5). Tetapi, sinyal waspada datang dari Geissbockheim, sebutan kamp latihan FC Koeln, Sabtu lalu (2/5).

Sebab, dengan kurang dari sepekan sebelum Merkel memutuskan kelanjutan Bundesliga, sepak bola Jerman kembali terpapar Covid-19. Dilansir Bild, tiga nama dari klub berjuluk Die Geissboecke tersebut tertular virus korona. Pihak klub merahasiakan identitas tiga nama itu.

Hanya, berdasar laporan dari media-media Jerman, dua dari tiga nama itu adalah pemain asuhan Markus Gisdol. Sedangkan satu orang lainnya adalah fisioterapis. “Semuanya tanpa gejala. Ketiga orang itu harus menjalani karantina selama 14 hari di rumah masing-masing.” Begitu pernyataan resmi FC Koeln.

Kasus tersebut muncul ketika Jonas Hector dan kawan-kawan sudah menjalani ativitas latihan. “Tapi, sesi latihan masih berlanjut sesuai dengan rencana, mengikuti protokol pengendalian kebersihan dan infeksi yang sudah diterapkan,” sambung pernyataaan tadi.

Horst Held selaku direktur pelaksana klub menambahkan, klubnya tetap mengedepankan kesehatan dalam berbagai aktivitas. “Ruang pribadi pemain dan staf yang kami prioritaskan. Dari langkah-langkah yang telah kami tempuh sebelumnya, serta kebijakan tes medis yang ada, sudah membuktikan bahwa kami bisa bereaksi dengan solusi individual,” tutur Held dalam laman resmi klub.

Temuan tiga kasus itu pun terungkap setelah semua pemain dan staf klub menjalani tes Kamus waktu setempat (30/4). Ketua tim medis penanganan virus korona di sektor olahraga yang sudah ditunjuk Badan Liga Sepak Bola Jerman (DFL) Tim Meyer menyebut, temuan itu sebagai bagian dari antisipasi sebelum menggulirkan liga. “Kami sudah melihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa konsep kami sudah diakui dan mengurangi risiko pada tahap awal,” ungkap pria yang menjabat direktur medis di Institute for Sport and Preventive Medicine Saarland University itu.

Begitu pula dengan kegiatan latihan bersama klub-klub Bundeliga lainnya yang menurut Meyer masih bisa dilanjutkan. “Konsep kami bisa membantu pemain agar bisa berlatih kembali sesuai profesinya, dengan perlindungan sebaik mungkin terhadap kemungkinan terjangkit lagi,” beber Meyer. Meski begitu, kritik tetap datang kepada FC Koeln dan Bundesliga. Laman Sport1 salah satunya.

Keputusan untuk tetap melanjutkan latihan setelah tiga awaknya terpapar Covid-19 itu
dianggap berisiko. Apalagi, laporan surat kabar Koelner Stadt-Anzeiger menyebut, tiga orang itu selalu mengikuti pelatihan sejak 20 April dan baru ketahuan setelah tes Covid-19. Kars Lauterbach, seorang pakar kesehatan Jerman, salah satunya.

Dalam kicauan Twitter-nya, Lauterbach menyebut risikonya cukup fatal untuk pemain. “Mereka (pemain) yang berlatih dengan Covid-19 berisiko besar merusak paru-paru, hati, dan ginjal mereka,” ungkap Lauterbach dilansir Deutsche Welle. Dia mengkritisi kebijakan Bundesliga dan klub-klub. Termasuk FC Koeln. “Aku kagum bahwa mereka
dibiarkan melakukannya (berlatih).

Ingat, sepak bola harus menjadi panutan. Tak sekadar keuntungan dan pertandingan,” sambung Lauterbach. Ada kekhawatiran tiga orang itu sudah menulari orang lain baik di internal tim maupun di luar tim. Menurut rencana, klub-klub Bundesliga kembali menjalani tes Covid-19 kepada seluruh personelnya kemarin.

Klub-klub diminta melaporkan apabila ada personel klubnya yang positif terpapar korona. Sampai Sabtu petang lalu waktu setempat, belum ada tambahan lagi kasus positif di Bundesliga. (ren/c17/bas/jpg)