Dobel-Dobel Terbaik untuk Conte

5
Allenatore Inter Milan Antonio Conte (kanan), merayakan kemenangan tim asuhannya atas Hellas Verona pada giornata 33 Serie A, 27 April lalu. (net)

Antonio Conte langsung meliburkan pemain Inter Milan setelah kemenangan 2-0 atas FC Crotone Minggu dini hari (2/5) lalu. Conte beralasan ingin memberikan kesempatan bagi Samir Handanovic dan kawan-kawan menularkan euforia seperti di ruang ganti Stadio Ezio Scida, kandang FC Crotone, ke keluarga atau orang terdekat.

“Aku ingin keluarga atau orang-orang terdekat mereka (pemain Inter, red) juga merasakan euforia yang sama saat kami bersantai melihat TV dan menunggu kepastian,” beber Conte yang turut berjingkrak-jingkrak bersama pemain di ruang ganti Stadio Ezio Scida kepada Sky Sport Italia.

Kepastian yang dimaksud adalah penentuan Inter merebut scudetto Serie A musim ini. Nerazzurri bakal juara seandainya Atalanta BC gagal mengalahkan tuan rumah US Sassuolo Minggu malamnya. Hal yang menjadi kenyataan seiring laga di Mapei Stadium berakhir seri 1-1. Itu membuat perolehan poin Inter (82 poin) tidak mungkin terkejar Atalanta BC di sisa empat giornata lagi.

Inter pun merebut scudetto kali pertama setelah 11 tahun sekaligus mengakhiri dominasi Juventus sembilan musim beruntun. Juve malah masih terlibat pesaingan sengit untuk merebut tiket ke Liga Champions dengan Atalanta, AC Milan, Napoli, dan Lazio.

Baca Juga:  I M SCUDETTO

Akun Twitter resmi La Vecchia Signora pun terdepan dalam memberikan selamat kepada Inter. “Sukses untuk Inter yang memenangi Serie A 2020–2021,” cuitnya seperti dilansir Football Italia.

Hanya kalah dua kali sepanjang musim dan kembali menjadi tim dengan pertahanan terminim kebobolan adalah bukti racikan Conte semakin nyata. Bahkan, dalam lima giornata terakhir, gawang Nerazzurri hanya menerima lima tembakan ke arah gawang.
Media-media Italia pun memberikan apresiasi kepada Conte ketimbang pemain Inter.

“Dua kali membawa tim promosi ke Serie A (AC Bari 2008–2009 dan ACN Siena 2010–2011, red), lalu scudetto (Serie A) bersama dua klub yang punya sejarah rivalitas (tiga kali bersama Juventus dan kini bersama Inter, red), siapakah pelatih yang lebih hebat daripada Conte.” Begitu tulis media-media Italia. “Dobel-dobel terbaik bagi Conte,” tulis Tuttosport.

Di sisi lain, scudetto bagi Inter tak ubahnya oase di tengah kondisi keuangan klub yang defisit. Kabar yang beredar menyebutkan, pemain Inter tidak mau menerima bonus scudetto karena ingin membantu neraca keuangan klub. (io/c19/dns/jpg)

Previous articleKhawatir Ekonomi Jeblok, PM India Ogah Lockdown
Next articleRaih Podium di Moto2 dan Moto3, Indonesian Racing Catat Sejarah