Evaluasi setelah Absen Satu Tahun, Minions Kini Bisa Langsung Kencang

8
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (net)

Debut Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tahun ini terganggu oleh insiden “pengusiran” kontingen Indonesia di All England 2021. Padahal, itulah turnamen pertama Minions –julukan Marcus/Kevin– setelah absen selama setahun. Namun, mereka hanya sempat mencicipi satu pertandingan di All England 2021.

Pelatih Herry Iman Pierngadi menyatakan, setelah insiden All England 2021, Marcus/Kevin memang kesal. Sebab, mereka melakukan berbagai persiapan jauh-jauh hari. Untungnya, mental mereka tidak sampai down. Mereka kembali berfokus untuk turnamen selanjutnya.

Meski ganda putra nomor satu dunia itu hanya sekali bertanding, Herry IP sudah bisa memberikan penilaian dan evaluasinya. Biasanya, di babak pertama, permainan Minions cenderung santai. Apalagi, Matthew Clare/Ethan van Leeuwen yang menjadi lawan pertama Minions hanya menduduki peringkat ke-82 dunia.

“Tapi, waktu babak pertama itu, Marcus/Kevin langsung kenceng mainnya. Seperti main babak semifinal atau final. Gereget mereka berbeda dengan sebelumnya. Meski, musuhnya adalah pemain mudanya Inggris,” kata Herry IP kepada Jawa Pos (grup Padang Ekspres) beberapa hari lalu.

Memang, pada game kedua, Minions sempat kalah. Herry IP menjelaskan bahwa mereka memang sengaja melepas set kedua karena sudah tertinggal jauh. Lalu, di game ketiga, Minions kembali menekan dan hanya memberi lawan satu digit angka.

Herry IP menilai, perubahan permainan mereka justru indikasi yang bagus untuk ke depannya. “Artinya, mereka bisa langsung fokus dan serius. Biasanya kan ya dibilang tidak serius lah kalau lawannya jauh begitu,” ungkapnya.

Kini mereka memiliki waktu lebih dari sebulan sebelum turnamen berikutnya diadakan. Herry mengungkapkan, ganda putra senior sangat mungkin tidak ambil bagian dalam turnamen terdekat. Yakni, India Open 2021. Mereka lebih memilih Malaysia Open 2021 dan Singapore Open 2021. Ada beberapa pertimbangan yang mereka ambil.

“Dari segi jarak dan waktu, Malaysia dan Singapura lebih dekat. Jadi, risikonya bisa lebih kecil. Untuk yang ke India, saya merencanakan hanya para pemain mudanya,” jelas pelatih 58 tahun tersebut. (gil/c14/bas/jpg)

Previous articleProses Pemindahan Pedagang ke Pasar Rakyat Pariaman tanpa Konflik
Next articleATM BRI Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp 350 Juta