Thomas Semifinal, Uber 8 Besar

ilustrasi. (net)

Malaysia pernah lima kali menjadi juara Piala Thomas. Namun, kali terakhir Malaysia berdiri di podium tertinggi terjadi sudah lama yakni pada 1992. Pada Piala Thomas 2020, target Malaysia tidak terlalu muluk. Yakni ’hanya’ sampai semifinal. Namun itu sudah tinggi jika dibandingkan dengan sasaran yang dibebankan kepada tim Uber yakni cuma posisi delapan besar.

“Penting sekali untuk mendapatkan mindset yang tepat. Kami harus meningkatkan mistar dan mempersiapkan diri sendiri, alih-alih khawatir tentang lawan-lawan kami,” kata direktur tim nasional Malaysia Wong Choong Hann kepada surat kabar Malaysia The Star.

”Target kami di Piala Thomas adalah semifinal. Sedangkan Uber, finis delapan besar. Walaupun tantangannya sangat berat, namun saya ingin pemain kami membuktikan bahwa mereka bisa menghadapi tim manapun di dunia ini. Dan kami ingin berada di antara tim-tim terbaik dunia,” tambahnya.

Pada Piala Thomas, Malaysia bergabung di Grup A bersama unggulan nomor satu Indonesia dan dua negara Eropa; Inggris serta Belanda. Sementara itu, Tim Uber Malaysia berada di Grup B bersama Korea Selatan, Indonesia, dan Australia.

Menghadapi Indonesia pada penyisihan grup, pemain ganda putra nomor satu Malaysia Aaron Chia ingin sekali bangkit. Sebab, partner Soh Wooi Yik itu merasakan tiga kali dihantam Indonesia.

Pertama, kandas pada perempat final Piala Thomas 2018 di Bangkok. Lalu kalah di final SEA Games 2019 Filipina dan tumbang pada final Kejuaraan Beregu Asia 2020 yang juga berlangsung di Manila, Filipina.

Menurut Aaron, Indonesia adalah favorit utama untuk menjadi juara. Artinya, Indonesia menjadi sasaran tim manapun untuk dikalahkan. Sebab, Merah Putih memiliki skuat tangguh dan merata. Terutama pada sektor ganda putra.

Indonesia diperkuat ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, ganda nomor dua dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, serta ganda nomor enam dunia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Baca Juga:  Memanjakan Turbo Timo

Sementara itu, pada sektor tunggal, Indonesia juga solid karena mempunyai pemain nomor enam dan tujuh dunia; Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Ini ditambah pemain nomor 18 dunia Shesar Hiren Rhustavito.

Indonesia sendiri sudah lama tidak menjadi juara di Piala Thomas. Walaupun menjadi negeri tersukses dengan 13 gelar, Indonesia kali terakhir jadi kampiun pada 2002.
Menurut Aaron, di atas kertas, Malaysia akan mampu lolos dari fase grup. Namun, untuk menjadi juara grup mereka harus mengalahkan Indonesia. Dan itu merupakan tugas yang sangat berat. ”Kami harus bertarung untuk finis sebagai juara grup. Kami harus berjuang keras untuk mencapainya,” kata Aaron kepada The Star.

”Saya bermain dalam tiga turnamen terakhir melawan mereka (Indonesia). Dan dalam setiap laga, kami memberikan perlawanan yang sangat bagus. Kami kalah 1-3. Namun segalanya bisa terjadi jika kedudukan misalnya sama kuat 2-2,” imbuhnya.

Secara pribadi, Aaron ingin membawa Malaysia ke partai puncak. Jadi melebihi target awal yang dicanangkan Wong Choong Hann. ”Target saya adalah ke final dan kalau bisa membawa pulang trofi juara ke rumah. Untuk menjadi juara, kami harus mengalahkan semua lawan. Dan oleh karena itulah, mengalahkan Indonesia pada fase grup adalah hal krusial bagi tim. Sebab, kami akan memiliki kepercayaan diri di fase gugur,” tegasnya.

Dari grup lain, Tiongkok akan menghuni Grup B. Sedangkan juara 2014 dan 2016, Jepang dan Denmark akan menempati grup D dan C. Khusus grup D, sektor ini bisa disebut sebagai grup neraka. Sebab selain Jepang, di sana juga bercokol Korea Selatan dan Thailand. Satu tim sisanya adalah Kanada. (jpg)