Jika dalam Dua Pekan tanpa Kepastian, Minta Kompetisi Dihentikan

11
ilustrasi. (net)

Lanjutan Liga 1 musim 2020 ditunda selama satu bulan. Jika sesuai jadwal, kompetisi akan kembali dimulai awal November. Tapi, hingga Senin (5/10) lalu belum ada tanggal pasti soal kickoff.

Kondisi tersebut membuat klub-klub berada dalam ketidakpastian. Bingung. Tidak punya gambaran kapan kompetisi akan dimulai. Menyikapi situasi itu, pelatih Madura United Rahmad Darmawan mengultimatum PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator.
Dia ingin segera ada kepastian lanjutan Liga 1 dalam waktu dekat.

“Harapan saya dua pekan dari sekarang gagal atau tidaknya kompetisi sudah ada kepastian. Maksudnya, kepastian nggak bakal ada penundaan,” kata mantan pelatih Sriwijaya FC dan Persipura tersebut.

Jika dalam waktu dua pekan tidak ada kepastian, RD –sapaan Rahmad Darmawan– meminta kompetisi musim 2020 dihentikan. “Jika kompetisi ditunda hingga dua atau tiga bulan lagi, sebaiknya memang kompetisi diakhiri saja. Fokus ke kompetisi musim depan. Jadi, persiapannya matang,” tegas pria yang juga anggota Exco Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia tersebut.

Hal itu memang sangat masuk akal. Sebab, tahun 2020 menyisakan dua bulan. Sangat tidak ideal jika kompetisi dipaksakan terus berjalan. Karena itu, RD berharap segera ada kepastian. Kepastian itu dianggap sangat penting. Sebab, sampai saat ini, beberapa klub masih berharap kompetisi berjalan. Bahkan, tidak sedikit klub yang tetap berlatih meski kompetisi ditunda satu bulan. Jika tidak ada kejelasan, klub bakal jadi pihak yang paling dirugikan.

Baca Juga:  Segera Tentukan Road Map Baru

“Kasihan klub-klub yang membuat persiapan tahu-tahunya (kompetisi) gagal ke depannya,” tambah pelatih yang pernah membawa timnas U-23 dua kali ke final SEA Games itu. Dia tidak ingin persiapan klub matang tapi kompetisi tidak berjalan. Belum lagi nasib klub-klub yang terus mengeluarkan biaya operasional. Pengeluaran besar, sedangkan pemasukan berkurang akibat kompetisi mandek.

Salah satu contohnya adalah bulan ini. Klub sudah telanjur melakukan renegosiasi kontrak dengan seluruh pemainnya. Mereka setuju membayar pemainnya sebesar 50 persen dari total gaji. Seharusnya, bulan ini mereka bermain di ajang Liga 1. Tapi, klub harus mengeluarkan biaya gaji, sedangkan pemain tidak merumput akibat kompetisi ditunda. (gus/c17/ali/jpg)