Gratiskan Vaksin untuk Peserta Kompetisi

17
Pemain Persebaya Rendi Irwan saat menjalani swab test (27/8). (Official Persebaya)

Rencana pemerintah yang akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat bakal dioptimalkan PT LIB. Operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2 itu berencana memasukkan seluruh nama, baik pelatih, pemain, maupun ofisial tim, untuk ikut divaksin.

Hal itu dikatakan Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita. Dia menuturkan, rencana tersebut sudah disusun. LIB juga berencana menggratiskan vaksinasi untuk klub peserta Liga 1 dan Liga 2. “Karena vaksin itu jadi kewajiban kami, LIB sebagai operator,” ujarnya.

Vaksin disamakannya dengan swab test yang juga digratiskan LIB. Artinya, hal itu adalah kewajiban operator di masa pandemi seperti saat ini. Apalagi, kondisi keuangan klub juga sedang sulit.

Masalah skema, sangat mungkin sama dengan swab test. Artinya, LIB akan mulai melakukan vaksinasi beberapa hari jelang kompetisi digulirkan. Akan serentak kepada seluruh klub Liga 1 dan Liga 2.

Namun, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19. Sebab, LIB tidak mau menyalahi wewenang ataupun mendapat vaksin yang keliru. “Kementerian Kesehatan dan pihak terkait juga akan kami ajak berbincang. Kami tentu tidak bisa bergerak sendiri masalah ini,” beber Lukita.

Namun, rencana tersebut tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Saat ini belum ada jadwal pasti dari pemerintah untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Masalahnya, pesepak bola masuk kategori atlet.

Artinya, mereka tidak mendapat kesempatan awal untuk diberi vaksin. Pemerintah memprioritaskan masyarakat berusia lanjut, yang punya penyakit bawaan, dan tenaga kesehatan untuk diberi vaksin lebih dulu.

Baca Juga:  Menang Dengan Catatan

Melihat hal itu, Lukita berharap ada jalan keluar. Dia melihat ada kesempatan untuk vaksinasi mandiri. “Tapi tetap saja kami tidak boleh sembarangan. Kami harus pakai vaksin yang benar-benar aman dan disetujui pemerintah,” paparnya. “Mudah-mudahan vaksin tersedia di pasar agar kami bisa melakukan vaksinasi mandiri,” lanjutnya.

Rencana pemberian vaksin gratis itu disambut baik oleh klub Liga 1 dan Liga 2. Salah satunya PSIS Semarang. Menurut General Manager PSIS Wahyu Winarto, pemberian vaksin gratis itu sudah seharusnya dilakukan PSSI ataupun LIB.

Menurut dia, kewajiban itu tak lepas dari tertundanya kompetisi. Klub saat ini sedang mati-matian bertahan ketika kondisi ekonomi tidak baik. Klub tetap harus mengeluarkan biaya besar ketika dana dari sponsor tidak cair karena tak ada kompetisi. “Terus terang kami sudah banyak rugi dengan penghentian kompetisi. Tentu, vaksin gratis jadi kabar baik untuk kami,” katanya.

PSIS sebelumnya pernah memberikan vaksin kepada skuatnya selama pandemi korona. Seperti yang dikatakan Dokter Kepala PSIS Alfan Nur Asyhar. Vaksin yang diberikan meliputi vaksin hepatitis B dan influenza. “Kami mengambil langkah cepat dan spesifik untuk ketahanan tubuh yang lebih baik,” paparnya. (rid/c17/ali/jpg)