Para Pelatih Timnas Dunia saat Pandemi Covid-19

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate merelakan gajinya dipotong sebesar 30 persen. (*)

Pandemi Covid-19 membuat para pelatih tim nasional (timnas) di dunia kehilangan agenda pertandingan setidaknya hingga pertengahan tahun nanti. Lalu, apa yang mereka lakukan dalam situasi sulit ini?

Kebijakan FA (Federasi Sepak Bola Inggris) memangkas hingga maksimal 30 persen gaji pelaku sepak bola di Negeri Britania Raya memang masih menemui pro-kontra. Tidak sedikit pemain yang belum rela gaji mereka tidak dibayar penuh karena mereka merasa juga membutuhkannya.

Di tengah situasi itu, pelatih timnas Inggris Gareth Southgate membuat keputusan besar. Dia merelakan gaji tahunannya dipotong 30 persen oleh FA.

Daily Mail menulis, gaji Southgate yang dipotong itu bisa mencapai Rp 20 miliar. Sebab, sesudah menandatangani kontrak baru setelah meloloskan The Three Lions –sebutan timnas Inggris- ke semifinal Piala Dunia 2018, Southgate menerima gaji Rp 58,9 miliar per tahun.

“Kerelaan Gareth (Southgate) dipotong gajinya tentu bakal menghadirkan tekanan serupa bagi para pemain reguler di timnas (Inggris). Sikap Gareth, Eddie (Howe), dan Graham (Potter) menunjukkan bahwa mereka pelatih Inggris yang punya empati yang tinggi pada negaranya,” tulis Evening Standard Minggu (5/4).

Howe dan Potter adalah tactician dua klub Premier League, masing-masing Bournemouth dan Bringthon & Hove Albion, yang lebih dulu setuju dengan pemangkasan gaji di klub masing-masing. Tak hanya di potong gaji. Bulan lalu Southgate juga menyatakan dukungan besar kepada para pejuang medis Inggris (NHS) sebagai garis depan negerinya dalam melawan pandemi Covid-19.

“Mereka tidak akan menerima penghargaan individu. Namun, kita tahu betapa besar peran mereka,” tutur Southgate seperti dikutip Football London.

Dari Prancis, Entraineur Les Bleus –sebutan timnas Prancis- Didier Deschamp bersama Presiden FFF (PSSI-nya Prancis) Noel Le Graet dan para pemain Le Bleus sepakat mendonasikan uang mereka untuk kebutuhan peralatan medis di sana. FFF juga menandatangani kontrak dengan rumah sakit di Paris, Assistance Publique-Hopitaux de Paris (AP-HP), untuk bantuan finansial pelatih pemain Les Bleus lainnya.

“Jika pandemi sudah berlalu, FFF juga akan menyediakan 5 ribu kursi buat tenanga medis secara gratis saat pertandingan dilangsungkan di Stade de France. Ini ucapan terima kasih untuk mereka setelah berhadapan dengan hidup dan mati,” kata Deschamps sebagaiman dikutip La Vooix Du Nord.

Di sisi lain, entrenador timnas Spanyol Luis Enrique dalam video yang dibuat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memberikan motivasi besar buat petugas medis, polisi, petugas pemadam kebakaran, atau siapa pun yang bertarung di lini depan dalam melawan pandemi Covid-19.

“Jika saya punya kesempatan untuk memilih mereka semua masuk dalam tim saya, dengan senang hati saya akan melakukan hal itu. Kami akan memenangi pertandingan untuk mereka. Namun, yang bisa kami lakukan saat ini adalah memberikan tepuk tangan semeriah mungkin untuk membesarkan hati mereka,” ucap Enrique sebagaimana dikutip dari 20 Minutos.

Selama pandemi, Lucho –sapaan Luis Enrique- yang menjalani isolasi mandiri memanfaatkan waktu untuk beberapa hal. “Mengerjakan pekerjaan rumah, memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris, hingga menonton video-video pertandingan sepak bola,” tutur mantan pelatih FC Barcelona dan Celta Vigo tersebut.

Sportsfinding memberitakan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada penandatanganan kontra baru pelatih timnas Belgia Roberto Martinez. Dalam agenda sebelumnya, Martinez dijadwalkan bertemu dengan para petinggi Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (KBVB) bulan lalu. (*)