Venue Riau tak Ada di Surat FIFA, Piala Dunia U-20 2021

Ketum PSSI, Iwan Bule ketika berkunjung ke Stadion Utama Riau. (IST)

Pertanyaan kenapa Stadion Utama Riau tiba-tiba muncul sebagai salah satu calon venue Piala Dunia U-20 pada 2021 terjawab sudah.

FIFA dalam suratnya menegaskan tidak mengikutsertakan stadion tersebut dalam daftar calon venue. Alasannya, Stadion Utama Riau tidak ikut bidding Piala Dunia U-20 yang akhirnya dimenangi Indonesia tahun lalu.

Dalam surat yang ditandatangani Chief Tournament and Event Officer FIFA, Colin Smith itu, hanya disebutkan enam kota yang menjadi calon venue Piala Dunia U-20.

Yakni, Jakarta (Stadion Utama Gelora Bung Karno), Bogor (Stadion Pakansari), Jogjakarta (Stadion Mandala Krida), Surakarta (Stadion Manahan), Surabaya (Stadion Bung Tomo), dan Bali (Stadion Kapten I Wayan Dipta).

Pernyataan itu sekaligus langsung mementahkan keinginan Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan yang memasukkan Stadion Utama Riau untuk menjadi venue Piala Dunia. Sebagaimana diketahui, Riau memang tidak pernah diusulkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Sejak awal ikut bidding, PSSI hanya mengikutsertakan 10 stadion, termasuk 6 stadion yang disebutkan dalam surat FIFA.

Empat sisa yang belum disebutkan tapi sudah didaftarkan ketika bidding adalah Stadion Patriot Candrabhaga (Bekasi), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), dan Stadion Jakabaring (Palembang).

Tapi, Iwan Bule, sapaan Moch. Iriawan, tiba-tiba memasukkan Stadion Utama Riau. Bahkan, pada 13 Februari lalu, Iwan Bule melakukan inspeksi beserta jajarannya ke stadion tersebut.

Lalu, secara tegas dia mengatakan bahwa Stadion Riau masuk nominasi venue Piala Dunia U-20 yang kemudian menambah jumlah calon menjadi 11 stadion.

Anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro angkat bicara mengenai beda pendapat antara PSSI dan FIFA. Terutama soal Stadion Utama Riau. Dia justru mempertanyakan masuknya stadion tersebut untuk menjadi venue Piala Dunia U-20.

“Memang Riau pernah diajukan jadi tuan rumah Piala Dunia sebelumnya?” tanya Haruna. “Kalau keinginan pribadi, boleh-boleh saja. Tapi, ini kan sudah masuk proses penetapan, bukan lagi usulan,’’ tegasnya.

Selain tidak menyebut nama Riau sebagai salah satu daerah venue Piala Dunia U-20, dalam suratnya Cole meminta informasi soal mundurnya Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI.

Cole mengingatkan bahwa Iwan Bule harus menunjuk pengganti yang mengerti rencana Piala Dunia U-20. Sosok yang bisa berkomunikasi lagi dengan FIFA tanpa harus memulai dari awal soal persiapan Piala Dunia U-20.

Anggota Exco PSSI lainnya, Hasani Abdul Ghani, membenarkan bahwa FIFA sangat fokus soal mundurnya Tisha dalam surat tersebut. FIFA juga berharap ada pengganti yang bisa berkomunikasi secara baik dengan mereka soal Piala Dunia U-20. “Seharusnya Plt Sekjen (Yunus Nusi) bisa melanjutkannya untuk berkomunikasi dengan FIFA,” ujarnya.

Sampai detik ini, PSSI ataupun exco memang belum memberi tahu Yunus soal komunikasi dengan FIFA masalah Piala Dunia U-20. “Mungkin sibuk karena korona kali,” katanya, lantas tersenyum. Tapi, yang jelas, komunikasi itu penting agar FIFA tetap menganggap Indonesia serius menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. (jpg)