Bila Liga Benar-benar Terhenti, Dukung PSSI Bikin Turnamen Pengganti

Liga 1 2020 memang ditunda sampai 29 Mei nanti. Tapi, belum ada jaminan apakah kompetisi tersebut akan kembali bergulir. Jika Liga 1 2020 akhirnya ditiadakan, PSSI sudah punya opsi untuk menggelar kompetisi pengganti.

Opsi itu disambut baik oleh pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. ”Itu (kompetisi pengganti) merupakan wacana yang bagus. Saya setuju,” kata pelatih asal Kabupaten Malang itu saat dihubungi Jawa Pos. Tapi, Aji merasa kalau format turnamen lebih tepat. ”Karena kalau kompetisi kan butuh waktu yang panjang. Kalau turnamen pas dengan waktu yang mepet,” tambahnya.

Aji menjelaskan, format turnamen itu bisa dilakukan dengan pembagian grup. ”Nanti setiap grup diisi berapa klub. Itu yang paling efektif,” terang kapten Persebaya saat juara Liga Indonesia musim 1996-1997 tersebut. Tapi, Aji berharap turnamen pengganti itu dihelat saat pendemi Covid-19 benar-benar sudah berakhir. ”Karena ini wabah kan sangat bahaya sekali,” jelasnya.

Aji sejatinya tetap menunggu kepastian Liga 1 2020. Tapi, jika memang ditiadakan, dia berharap wacana turnamen pengganti bisa terealisasi. ”Karena itu bagus untuk mengisi kekosongan kompetisi musim ini,” ujarnya. Aji menilai kekosongan kompetisi akan berdampak buruk bagi pemain. ”Karena kalau nggak ada kompetisi, kualitas pemain pasti menurun,” imbuhnya.

Jika kompetisi bergulir pada Juni, masih ada waktu bagi seluruh tim untuk melakoni semua laga sisa. Masalahnya, jika Liga 1 2020 bergulir lebih lama, Aji yakin itu akan menyulitkan timnya.

”Misal kalau kompetisi baru jalan Agustus atau September, ini kan nggak ideal. Jadwal pasti sangat padat. Bisa-bisa sehari tanding, sehari libur,” ucapnya. Karena itu, Aji sangat mendukung jika kelak ada turnamen pengganti. ”Daripada memaksakan Liga bergulir dan jadwal mepet kan malah tidak bagus,” jelasnya.

Sebelumnya, saat rapat virtual dengan Komisi X DPR (8/4), Ketua PSSI Moch. Iriawan menyebutkan, melihat situasi saat ini, memang hampir mustahil untuk memulai lagi kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

’’Kami tidak bisa melanjutkan pertandingan-pertandingan karena waktunya tidak memungkinkan,’’ kata Iwan. ’’Ini sudah kami sampaikan ke beberapa pemilik klub. Kami tidak berani menggelar kompetisi jika pemerintah belum mencabut soal Covid-19 ini,’’ imbuhnya.

Jika nanti memang terpaksa menghentikan kompetisi, PSSI tidak lantas lepas tangan. Pihaknya sudah menyiapkan rencana untuk membuat kompetisi pengganti Liga 1 dan Liga 2. Kompetisi tersebut rencananya bergulir pada September mendatang. Tetap dengan catatan, pandemi korona selesai sebelum September.

”Kami akan minta izin pemerintah untuk mengadakan kompetisi khusus. Seperti Liga Indonesia atau lainnya untuk penamaan,’’ ucapnya.

Dengan adanya kompetisi tersebut, diharapkan klub bisa mendapat pemasukan. Namun, Iwan menegaskan, rencana itu masih harus dimatangkan. ’’Itu pun akan kami lakukan dengan berkomunikasi dulu ke beberapa klub. Apakah mau mengisi kekosongan sisa waktu sampai akhir tahun,’’ paparnya. (*)