Messi Pindah ke Inter Milan, Hoaks

Rumor kepindahan Lionel Messi dari Barcelona ke Inter Milan yang belakangan merebak, langsung ditanggapi sang pemain. Messi mengatakan itu kabar bohong.

Dalam satu postingan dalam akun Instagram-nya Kamis waktu setempat, Messi juga menyebut kabar bahwa dia memberikan uang jaminan 1,6 juta dolar untuk pembebasan mantan rekan satu timnya Ronaldinho juga sebuah kebohongan.

Messi berusaha menepis rumor yang menyebutkan dia akan meninggalkan Barcelona dengan memposting tangkapan layar dari berita yang menyebutkan soal kepindahan dia ke Inter dengan ditulisi kalimat ”bohong satu.”

Pada gambar yang sama, dia menyebut kabar bahwa dia berada di belakang pemberian jaminan bagi pembebasan Ronaldinho yang diposting di Paraguay pekan ini, sebagai ”bohong dua”.

Masa depan Messi sudah menjadi subjek sejumlah spekulasi sejak dia mengungkapkan tahun lalu bahwa mungkin meninggalkan Barca dengan status bebas transfer musim ini, sekalipun kontraknya masih sampai 2021.

Sumber-sumber ESPN yang dipantau di Jakarta, Jumat menyebutkan Manchester City terus memonitor situasi Messi dan pekan ini mantan presiden Inter Massimo Moratti menyatakan peraih enam kali Ballon d’Or itu sudah tidak lagi menjadi ”impian terlarang.”

Kepala La Liga Javier Tebas mengkritik keras kondisi keuangan Serie A dengan menyatakan bahkan Messi pun tak akan bisa menyelesaikan krisis keuangan di Liga Italia.

Pernyataan Tebas itu disampaikan setelah ada pendapat Inter menjadi destinasi yang realistis bagi Messi. Ini untuk ketiga kalinya sepanjang tahun ini Messi menggunakan media sosial untuk mengirimkan pesannya.

Pada Februari, dia terlibat perang mulut dengan direktur olahraga Barcelona Eric Abidal ketika mantan pemain Prancis menyatakan para pemain bertanggung jawab atas pemecatan mantan pelatih Ernesto Valverde.

Kemudian pekan lalu dia menggunakan media sosial untuk mengkritik direksi Barcelona karena membocorkan keengganan para pemain untuk dipotong gajinya dalam kaitan dengan pandemi virus korona.

Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo pada Februari, dia menyatakan bahwa Barcelona adalah rumahnya, namun memperingatkan bahwa klub ini harus membangun tim yang mampu menjuarai Liga Champions. (*)