Ferguson Berdarah tak Berdaya, Gaethje Menang TKO

Justin Gaethje (kiri) menghajar Tony Ferguson dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia interim kelas ringan UFC, di VyStar Veterans Memorial Arena, Jacksonville, Florida (10/5). (Douglas P. DeFelice/Getty Images/AFP)

Justin Gaethje memberikan kejutan besar dalam partai utama UFC 249, kemarin (10/5/2020).

Petarung Amerika Serikat itu berhasil mengalahkan kompatriotnya Tony Ferguson lewat kemenangan TKO pada ronde kelima di VyStar Veterans Memorial Arena, Florida.

Dengan hasil ini, Gaethje berhasil merebut gelar juara kelas ringan sementara UFC.

Duel Ferguson bs Gaethje berlangsung menarik sejak awal ronde pertama. Gaethje yang memiliki rataan menyerang ketiga terbaik di lightweight dengan 8,57 serangan signifikan per menit, langsung menyerbu pertahanan Ferguson.

Kombinasi pukulan tangan kanan dan kiri yang dilepaskan Gaethje, beberapa kali menghantam wajah Ferguson.

Pukulan-pukulan Gaethje membuat pelipis kiri Ferguson sobek dan berdarah pada ronde ketiga. Gaethje menutup ronde ketiga dengan melayangkan dua kali pukulan ke tubuh Ferguson.

Ferguson mencoba bangkit pada ronde keempat dengan melepaskan tendangan ke arah Gaethje. Namun, Gaethje mampu membalasnya. Hantaman kakinya nyaris membuat Ferguson kehilangan keseimbangan menjelang akhir ronde keempat.

Kondisi di atas angin itu dimanfaatkan Gaethje untuk terus menghujani Ferguson dengan pukulan-pukulan keras.

Ferguson yang wajahnya sudah bersimbah darah terlihat mulai kewalahan. Gaethje menyudahi perlawanan Ferguson lewat pukulan tangan kiri beruntun yang tepat mengenai wajahnya.

Melihat kondisi Ferguson yang mulai goyah, wasit Herb Dean menghentikan pertarungan dengan kemenangan untuk Gaethje. Dengan demikian, Gaethje sukses mengakhiri rekor 12 kemenangan beruntun milik Ferguson.

Presiden UFC Dana White yang sempat menonton pertarungan tersebut ikut berkomentar.

“Saya pikir Tony Ferguson sangat lambat malam ini,” kata White. Dana White menambahkan, dia awalnya sangat yakin Ferguson diunggulkan dalam laga ini. Tetapi, walaupun kalah, White mengatakan bahwa Ferguson adalah manusia yang luar biasa.

White juga menambahkan, dengan hasil ini, peluang terjadinya pertarungan antara Ferguson versus Khabib Nurmagomedov tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini.
Langsung Bidik Khabib

Setelah mengalahkan Tony Ferguson pada laga puncak UFC 249, Justin Gaethje mengungkapkan bahwa dia enggan menggunakan sabuk juara interim kelas ringan.

Ketika diwawancarai oleh komentator UFC Joe Rogan, Gaethje mengatakan, kalau dia ingin melakoni duel unifikasi melawan juara dunia kelas ringan Khabib Nurmagomedov.

Menurut petarung Amerika Serikat itu, sabuk juara kelas ringan yang saat ini dikuasai Khabib adalah gelar sejati.

“Khabib adalah yang terbaik di dunia. Saya telah bekerja keras untuk tantangan seperti ini, dan saya senang jika bisa mewakili Amerika Serikat menghadapi Rusia (negara asal Khabib),” kata Gaethje seperti dikutip BJPENN.

“Khabib memiliki rekor 28-0 dan tidak ada tantangan lain yang saya inginkan saat ini. Saya ingin bertarung melawan dia,” tegasnya. (jpg)