Tennis Tournament Seri 2 BNTP, Wakil Pasaman Izan Nabila Optimistis Juara

29

Izan bersama sang kakek Ucok Junaidi usai merebut juara 3 untuk kelompok umur 12 tahun tunggal putri dalam Kejurnas TDP BNTP Tennis Tournament Seri 1 di Club Elite Episentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan, 4 September 2021.

Tampil mewakili Kabupaten Pasaman, Sumbar dalam kelas kelompok umur 12 Tahun Tunggal Putri Kejurnas TDP BNTP Tennis Tournament Seri 2 di Club Elite Episentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan pada 10-12 September 2021 ini, Izan Nabila Maharani optimistis bisa raih juara. Seperti apa?

Jika dilihat secara sekilas, tak ada yang berbeda dari Izan Nabila Maharani dengan anak seusianya. Namun siapa sangka, di usia yang masih 11 tahun, dia tampil membawa nama Kabupaten Pasaman, Sumbar, dalam ajang Kejurnas cabang olahraga Tenis Lapangan.

Lebih tepatnya Seri 2 BNTP Tennis Tournament Bunge Nahoer di Club Elite Episentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan pada 10-12 September 2021 ini. Siswi kelas 5 SDN 06 Pauh Lubuk Sikaping yang akrab disapa Izan ini tampil dalam kelas kelompok umur 12 Tahun Putri.

Kepada Padang Ekspres Kamis (9/9), Izan menuturkan bahwa dirinya telah melakukan berbagai persiapan dan latihan agar bisa tampil maksimal dalam Kejurnas itu. Mulai dari latihan teknik, fisik, hingga menjaga pola makan dan tidur.

“Persiapan sudah oke. Sudah hampir 100 persen. Untuk mental alhamdulillah sudah berani, tidak ada grogi, nervest, atau demam panggung lagi karena sudah beberapa kali tampil dalam ajang Kejurnas,” tuturnya.

Anak pertama dari pasangan Indah Liana dan Anggi Febrianto ini telah sering kali ikut tampil dalam ajang Kejurnas dan berhasil merebut piala. Di antaranya, Kejurnas AFR Remaja Tenis Jakarta-93 di Lapangan Tenis Kodam Jaya Cililitan, 30 Agustus 2021 lalu dan berhasil merebut juara 3 kelompok umur 12 tahun tunggal putri.

Lalu, Kejurnas TDP BNTP Tennis Tournament Seri 1 di Club Elite Episentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan pada 4 September 2021. Dalam ajang ini, Izan kembali merebut juara 3 untuk kelompok umur 12 tahun tunggal putri.

Prestasi yang diraihnya tentu bukan suatu kebetulan atau keberuntungan. Selain kegigihan dalam berlatih, hal ini tidak terlepas dari support kedua orang tua dan keluarga. Izan menceritakan, dirinya mengenal Tenis Lapangan dari Sang Ibu yang merupakan mantan atlet Tennis Lapangan asal Sumbar.

Di usia empat atau lima tahun, Izan sering di bawa ke lapangan tenis oleh orang tua saat menjalani sesi latihan. Dua tahun kemudian saat berusia 8 tahun, cucu dari Pelatih Tennis Nasional Ucok Junaidi ini lantas mulai memegang raket tenis dan mendapat pelatihan.

Baca Juga:  Kakatua Fight Club Kirim Atlet ke Ajang Silat Bebas Indonesia One Pride

“Yang melatih mama. Latihan tentang teknik dasar-dasar pukul fourhand, backhand, dan lain-lain. Pertama mulai latihan saat tinggal di Kepulauan Riau selama setahun. Karena sering latihan lalu menjadi hobi. Namun karena pindah dan menetap di Lubuk Sikaping, latihan fokus di sana,” kisahnya.

Selama masa pandemi Covid-19 dimana sistem pembelajaran dilaksanakan secara daring, Izan menjalani latihan di tempat Sang Kakek melatih tenis yakni di Paris Tennis Academy Cibubur agar bisa mengikuti turnamen-turnamen selama pandemi Covid-19.

“Latihan sama Kakek hampir tiap hari dan itu memang betul-betul fokus karena pada hari Sabtu besok (hari ini, red) sudah mulai bertanding di Kejurnas BNTP Tennis Tournament Seri 2,” terang remaja kelahiran Dharmasraya 6 Januari 2010 ini.

Lebih lanjut dia berharap, bisa mengharumkan nama sekolah, orang tua, nama Kabupaten Pasaman dan Provinsi Sumbar dengan menarget bisa kembali merebut juara. Untuk itu, Izan memohon doa dari masyarakat Sumbar.

“Selain itu berharap bisa terus berprestasi, baik tingkat nasional dan internasional. Cita-cita memang ingin jadi atlet tenis nasional, berkarier di bidang tenis seperti oom Iqbal Bilal Saputra yang dulu pernah meraih peringkat 1 dan 2 se-Indonesia,” ucap Izan.

Orang tua Izan, Indah Liana, menyampaikan, latihan yang diberikan juga diiringi dengan motivasi setiap hari agar Izan bisa meraih cita-cita menjadi atlet tenis nasional dengan torehan prestasi yang gemilang.

Di sisi lain, wanita berusia 29 tahun ini juga mendampingi dan mengatur jadwal anaknys agar tidak ketinggalan dalam bidang akademik. “Kalau sekolah, di masa pandemi kan sistem online. Jadi setiap tugas yang diberikan guru dikirim ke WhatsApp Izan langsung. Saat dia kerjakan itu saya dampingi, lalu dikirim ke guru,” ujarnya.

Namun saat proses pembelajaran mulai kembali tatap muka seperti saat ini, lanjut Indah, anaknya mendapat izin dari pihak sekolah agar bisa bertanding di Kejurnas TDP BNTP Tennis Tournament Seri 2. Hal ini sebagai bentuk support lantaran telah banyak berprestasi dan turut mengharumkan nama sekolah.

“Sekolah sangat mendukung. Terutama kepala sekolah Ibu Silvia Dayenti, Wali Kelas pun begitu. Wali kelas, apapun itu seperti kalau ada PR selama Izan menjalani sesi latihan di Cibubur, selalu dipermudah dan dikirim lewat WA,” kata ibu dari dua anak ini. (idr)