Kelebihan Lemak 1 Persen, Harus Siap Joging dan Skipping

12
Pemain timnas Indonesia U-19 memamerkan bodi mereka yang lebih berotot. Ini merupakan hasil kerja keras selama menjalani TC. (IST)

Foto pemain timnas Indonesia U-19 yang tengah pamer bodi terpampang di situs resmi PSSI. Foto itu juga sempat viral di media sosial. Di foto tersebut, para pemain muda timnas tampak bangga memamerkan tubuh yang lebih berotot. Apakah itu bukti bahwa Shin Tae-yong telah berhasil meningkatkan level fisik Garuda Muda?

Shin Tae-Yong (STY) sempat mengeluh. Pelatih timnas Indonesia U-19 asal Korea Selatan (Korsel) itu sedih lantaran skuat asuhannya kerap kalah bodi saat berduel dengan pemain lawan. “Karena itu, kami akan menggelar program penguatan otot. Jadi, ketika menghadapi lawan dengan postur tinggi dan kekar, mereka bisa meladeninya,” kata STY.

Program penguatan otot itu menjadi menu pasukan Garuda Muda selama menjalani training camp selama lebih dari satu bulan di Kroasia. Hasilnya pun mulai terlihat. David Maulana dan kawan-kawan kini terlihat lebih berotot. Itu semua tak lepas dari latihan fisik keras yang diberikan STY dan stafnya. Terutama gemblengan pelatih fisik Lee Jae-hong.

Tidak hanya memberikan latihan khusus untuk penguatan stamina dan power pemain, asupan makan yang masuk juga diperhatikan secara ketat. “Pemain tidak boleh makan sembarangan, dilarang pedas dan digoreng. Makanan yang disajikan harus mengandung protein dan serat yang bagus,” jelasnya.

Baca Juga:  Shin Tae-Yong Butuh Liga 1 dan Liga 2 Bergulir

Ya, David Maulana dan kawan-kawan memang dipaksa disiplin soal hal tersebut. Kebiasaan untuk makan makanan berminyak dan pedas di Indonesia tidak akan berlaku selama berada di bawah pengawasan STY di area TC. Mantan pelatih timnas Korsel itu tak segan memberikan sanksi jika ada yang melanggar.

Khusus untuk pembentukan fisik, STY menyebut bahwa latihan gym memang diberlakukan setiap hari. Tapi, sifatnya situasional. Menjelang atau sesudah uji coba, dia tidak akan memberi latihan gym terlalu berat.

Selain itu, aktivitas para pemain dipantau sejak bangun tidur. Sebelum sarapan, para pemain wajib menjalani cek berat badan. “Kami juga chek in body kepada semua pemain, yaitu mengecek masa lemak dan masa otot di dalam tubuh setiap pemain dengan alat,” tuturnya.

Nah, jika ada pemain yang “kelebihan” lemak, ada sanksi yang akan diberikan. Kelebihan itu juga tanpa konsekuensi. Satu persen saja berlebih, sanksi tetap akan diberikan. Bukan denda uang, melainkan hukuman push-up, joging, hingga skipping terprogram agar bisa menghilangkan kelebiha lemak tersebut. (rid/c19/bas/jpg)