False Nine tak Menakutkan Lagi

79
Serge Gnabry. (net)

Serge Gnabry di timnas Jerman. Mikel Oyarzabal di timnas Spanyol. Setahun terakhir, Gnabry maupun Oyarzabal sama-sama mendapat perang sebagai penyerang palsu (false nine) di timnas masing-masing. Termasuk dalam matchday ketiga grup 4 League A UEFA Nations League 2020-2021, Minggu (11/10).

Sayang, hanya Oyarzabal yang mampu mencatatkan namanya di papan skor saat La Furia Roja menekuk Swiss 1-0 di Estadio Alfredo Di Stefano, Madrid. Di NSC Olimpiyskiy, Kiev, Gnabry gagal meneruskan kontribusi gemilang sebelumnya bersama Die Mannschaft. Jerman memang mengalahkan Ukraina 2-1, tetapi tidak ada andil dari winger kanan Bayern Muenchen tersebut.

Ketika Jerman menghajar Irlandia Utara setengah lusin gol tahun lalu (20/11/2019), misalnya, Gnabry sukses mencatat hat-trick. Minggu lalu itu, Gnabry malah mengkritik taktik der trainer Joachim Loew yang tidak segera memasukkan pemain berposisi striker ketika serangan Die Mannschaft nyaris mentok.

“Memainkan pemain lain yang lebih menyerang ke depan akan sangat membantu. Andai itu dijalankan setelah turun minum, permainan mungkin bisa maksimal,” tutur Gnabry kepada Sky Deustchland. Jogi –panggilan akrab Joachim Loew– baru memainkan striker murni pada menit ke-80 kala memasukkan striker baru Chelsea Timo Werner.

Media-media Jerman sepakat dengan Gnabry tentang keputusan telat Jogi menurunkan Werner. Faktanya, sebelas menit bomber berjuluk Turbo Timo itu berada di lapangan, dia sudah mencatat sekali tembakan tepat sasaran ke gawang kiper Georgi Bushchan. Werner kabarnya tidak dimainkan sejak menit awal karena baru pulih dari sakit demam sebelum Die Mannschaft beruji coba kontra Turki (8/10).

Mantan gelandang Die Mannschaft Bastian Schweinsteiger turut mengkritisi Jogi yang dianggap menyia-nyiakan potensi Gnabry saat menempatkannya sebagai false nine. “Itu (false nine, red) bukan lagi senjata menakutkan,” sindir Schweinsteiger kala menjadi pandit di stasiun televisi Jerman ARD.

Baca Juga:  Quartararo Wajib Pangkas Jarak

Meski dihujani kritik, Jogi menganggap skuatnya sudah bermain bagus. Sepertinya der trainer 60 tahun itu masih euforia dengan kemenangan pertama Die Mannschaft selama UEFA Nations League (total tujuh pertandingan).

Yang terjadi dengan La Furia Roja pun hampir mirip. Setahun terakhir, baru kali ini skuat besutan Luis Enrique itu mampu menciptakan gol melalui pemain false nine. Meski, ada yang menganggap gol tunggal Mikel Oyarzabal lebih karena kesalahan kiper Swiss Yann Sommer.

“Gol itu murni dari tekanan yang kami lakukan. Golnya (Oyarzabal) adalah hadiah yang luar biasa dari permainan bagus tim kami,” bela Enrique kepada AS. Skema false nine La Furia Roja berjalan selama 72 menit sebelum Oyarzabal digantikan Gerard Moreno. Selain Gerard, La Furia Roja masih memiliki Rodrigo sebagai striker murni.

Meski jelas-jelas Swiss memainkan pertahanan superrapat (5-3-2), Enrique menyebut skema false nine yang diusungnya adalah taktik tepat. “Kami dapat menekan mereka (Swiss) meski dengan menempatkan Oyarzabal (sebagai false nine, red),” tuturnya.

Bagi Oyarzabal, gol dalam laga di Estadio Alfredo Di Stefano itu bak titik balik. Sebab, dia harus absen dalam tiga laga sebelumnya dengan dua di antaranya selama bulan lalu karena positif Covid-19. Bahkan, pemain 23 tahun itu sempat turun kasta ke tim U-21 pada akhir 2018. Sejak kembali ke tim utama tahun lalu, Oyarzabal mulai stabil. Total tiga gol dan satu assist lahir dalam setahun terakhir. (ren/io/c17/dns/jpg)