Sekjen Baru PSSI Ditentukan Akhir Bulan Ini

Perjalanan Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI sekitar tiga tahun terakhir berakhir Senin lalu (13/4). Sekjen perempuan pertama dalam sejarah PSSI itu menanggalkan jabatannya. Mengundurkan diri. Diduga kuat penyebabnya adalah ketidakharmonisan hubungan dengan Ketum PSSI yang baru Mochamad Iriawan.

Ratu Tisha mulai menduduki posisi Sekjen PSSI pada 17 Juli 2017 di era kepemimpinan Edy Rahmayadi. Dia menggantikan posisi Ade Wellington yang mundur. ”Hari ini, Senin 13 April 2020, melalui surat saya telah resmi mengundurkan diri dari kursi sekretaris jenderal PSSI,” katanya di akun medsos pribadi.

Isu mundurnya Tisha memang sudah merebak beberapa minggu ke belakang. Rumor itu kian kencang setelah mantan direktur kompetisi dan operasional PT GTS itu dianggap mempermalukan nama PSSI ketika salah seorang anggota Komisi X DPR Djohar Arifin mengungkapkan tindakan perempuan kelahiran 30 Desember 1985 itu padanya saat SEA Games 2019.

Sebelum itu, Tisha kerap kali dianggap mendahului wewenang Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan. Isu keretakan tersebut makin tercium ketika mantan sekretaris Lemhannas itu menempatkan adik iparnya, Maaike Ira Puspita, jadi deputi Sekjen PSSI pada 17 Januari lalu. Ira disebut-sebut sengaja ditempatkan untuk mengawasi semua pergerakan Ratu Tisha.

Tisha menyatakan berterima kasih atas kebanggaan yang didapat selama jadi Sekjen PSSI. Karena jabatan itu juga, dia sampai saat ini masih menjabat wakil presiden AFF. ”Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepak bola Indonesia,” katanya singkat.

Iwan Bule menanggapi singkat mundurnya Tisha. Dia mengaku sudah menerima surat pengunduran diri itu Senin (13/4). ”Saya menghargai keputusan dari Saudari Ratu Tisha. PSSI mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya sebagai Sekjen,’’ paparnya.

Terkait isu keretakan hubungannya dengan Tisha, mantan Kapolda NTB itu sama sekali tidak berkomentar. Pesan singkat dan telepon Jawa Pos (grup Padang Ekspres) tidak dijawab. Media PSSI pun tidak mau berkomentar banyak dan beralasan semua statement ”satu pintu” di Iwan Bule.

Jawa Pos mencoba menghubungi Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri. Pria yang juga menjabat direktur utama PT LIB itu justru kecewa dengan mundurnya Tisha. ”Kami menyayangkan. Dia punya andil saat Indonesia dipilih jadi tuan rumah Piala Dunia U-20,” terangnya ketika dihubungi Jawa Pos Senin lalu (13/4).

Cucu juga mengaku hanya bisa pasrah ketika Tisha memutuskan mundur. Dia sendiri sudah mencoba berkomunikasi. Hasilnya, Tisha tetap ingin mundur. ”Tapi itu pilihan. Dia ingin mengabdi di tempat lain. Kami tidak bisa mencegahnya. Semoga sukses, dia masih muda,” jelasnya.

Ditanya siapa yang akan jadi pengganti Tisha, Cucu mengatakan bahwa PSSI belum memilihnya untuk saat ini. Namun, bakal ada rapat akhir bulan ini untuk membicarakan siapa yang layak jadi pengganti Tisha. ”Saat ini waktunya belum tepat. Nanti Pak Ketum akan beritahu kapan pastinya rapat dilakukan,” ujarnya. (*)