Le Classique Hujan Kartu Merah

27
ilustrasi. (jawapos.com)

Le Classique di pentas Ligue 1 antara Paris Saint-Germian (PSG) kontra Marseille pada putaran pertama musim ini diwarnai kericuhan antar pemain. Kericuhan yang memaksa wasit mengeluarkan lima kartu merah itu terjadi jelang berakhirnya pertandingan yang digelar di Parc des Princes, Paris, dini hari kemarin.

Salah satu kartu merah diberikan kepada megabintang PSG, Neymar Jr. Dua kartu merah lainnya juga dilayangkan wasit Jerome Brisard kepada pemain PSG. Yakni Laywin Kurzawa dan Leandro Paredes. Sedangkan di kubu tim tamu, kartu merah diberikan kepada Dario Benedetto dan Jordan Amavi.

Sebagaimana dilansir Sky Sports, Neymar dikeluarkan dari lapangan karena menyerang Alvaro Gonzalez di bagian belakang kepala, setelah sebelumnya mengalami beberapa insiden dengan bek asal Spanyol tersebut. Saat meninggalkan lapangan, seperti terdengar dari mikrofon di pinggir lapangan, kepada salah satu ofisial pertandingan Neymar mengklaim telah mendapat perlakuan rasis.

Seusai laga pemain asal Brasil itu dalam cuitannya di Twitter mengungkapkan, satu-satunya penyesalan adalah tidak mengenai wajah bek Marseille tersebt. Namun Gonzalez dengan keras membantah tuduhan itu di Twitter. Dia bersikeras bahwa tidak ada tempat untuk rasisme dan dia memiliki karier yang bersih.

Di sisi lain, Sky Sports melaporkan otoritas sepak bola Prancis mengonfirmasi bahwa mereka akan bertemu pada Rabu mendatang untuk membahas insiden yang merusak pertandingan itu.

Baca Juga:  Marc Marquez Putuskan Mundur dari MotoGP Musim 2022

Namun, sebagaimana dikutip Goal, Manajer Marseille Andre Villas-Boas membela Gonzalez pasca pertandingan. “Saya tidak berpikir demikian (ada tindakan rasis, red), karena Alvaro (Gonzalez) adalah pemain berpengalaman. Tidak ada ruang untuk rasisme dalam sepak bola, tetapi saya tidak berpikir hanya itu. Neymar sedikit kesal dengan situasi di akhir pertandingan. Saya berharap itu tidak mengganggu kemenangan ini,” sebutnya.

Sementara itu, terkait insiden tersebut, Direktur Olahraga PSG Leonardo mengatakan timnya kehilangan akal sehat. Dia pun memilih untuk tidak mengomentari tuduhan Neymar, melainkan mengkritik para pemainnya atas tindakan mereka di laga itu.
“Pertarungan sangat serius, kami akan mengaturnya secara internal, kami akan berbicara dengan para pemain kami,” kata Leonardo kepada Telefoot pasca pertandingan, sebagaimana dikutip Goal.

Sebelum keributan terjadi, Marseille dalam posisi unggul 1-0. Gol tercipta dari aksi Florian Thauvin pada menit ke-31. Hasil ini bertahan hingga laga usai. Itu adalah kemenangan kedua Marseille musim ini. Mereka pun kini berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan enam poin.

Sedangkan bagi PSG, hasil tersebut adalah kekalahan kedua mereka musim ini. Dengan nirpoin dalam dua laga, klub berjuluk Les Parisien itu kini berada diperingkat 18 atau di zona degradasi. Dua kali kalah beruntun di dua laga awal Ligue 1 merupakan yang pertama bagi PSG sejak musim 1984-1985. (cip)