Leo/Daniel Bisa Jumpa Top 10 Lagi

Ilustrasi pemain ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. (JawaPos.com)

Ganda putra menerjunkan skuat pelapis di Swiss Open 2021 pada 2–7 Maret mendatang. Inilah kesempatan mereka untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus menaikkan peringkat jika meraih hasil maksimal.

Dalam drawing yang dirilis, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin bisa bertemu unggulan kedelapan asal Inggris Ben Lane/Sean Vendy pada babak kedua. Sebagaimana diketahui, pada Thailand Open I lalu, Leo/Daniel yang merupakan juara dunia junior 2019 itu mampu mencapai semifinal. Mereka mengalahkan pasangan senior seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Marcus Ellis/Chris Langridge asal Inggris.

Jika bisa menunjukkan performa terbaiknya, Leo/Daniel berkesempatan kembali menantang para peringkat top 10. Misalnya, dua pasangan andalan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Dalam pertemuan sebelumnya di Asian Leg, Leo/Daniel kalah dari mereka. Meski begitu, pasangan muda itu menampilkan perlawanan yang gigih. Mereka berhasil memaksa lawan bermain dalam rubber game.

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menyatakan, dirinya tidak menaruh target tinggi kepada para pemain muda. Herry IP hanya ingin Leo/Daniel menambah jam bertanding. “Ini proses. Jangan ngarep banyak. Saya baru lihat, ya masih kerangkanya. Baru proses, baru awalnya,” ujarnya, beberapa hari lalu.

Baca Juga:  Karatsev Loncat 72 Peringkat

Meski pasangan muda nomor 42 dunia itu tampil baik di Bangkok, Thailand, lalu, Herry IP melihat itu hanya sebagai langkah awal. Ke depan, masih banyak pertandingan yang diikuti. Berjumpa dengan para pemain elite yang lain.

“Pemain itu biasa mengalami penurunan lagi. Proses mereka masih baru. Bisa saja nanti seperti Marcus/Kevin. Pemain muda itu jangan cepat puas dan gede kepala. Jalannya masih jauh,” tutur Herry IP.

Dia tidak mempermasalahkan apa pun hasil yang mereka raih dalam Swiss Open 2021. Secara garis besar, pola awal para pemain muda itu sudah sesuai dengan harapannya. Tinggal beberapa perbaikan seiring dengan bertambahnya pengalaman.

“Seharusnya belum ada tekanan karena kalah pun tidak menjadi masalah. Yang terpenting pengalaman melawan pemain top. Jadi, saya bisa melihat seberapa jauh mereka bisa berkembang,” jelasnya. (gil/c14/bas/jpg)

Previous articleAkan Ada Periode Kontrol Fisik
Next articleMasyarakat Kesulitan Air Bersih, Dua Kelurahan Dilanda Kekeringan