KONI Sumbar Usul PON Ditunda Sebulan

Ketua KONI Sumbar, Syaiful.

Pandemi virus korona yang merajalela di berbagai daerah saat ini, membuat program persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, yang telah direncanakan masing-masing provinsi di Indonesia berantakan, termasuk di Sumbar.

Karena itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar mengusulkan kepada KONI dan Pemerintah Pusat agar mengulur waktu pelaksanaan PON sebulan. Atau dari jadwal sebelumnya 20 Oktober-2 November menjadi 20 November-2 Desember nanti.

”Saya telah mengusulkan kepada KONI Pusat untuk menunda pelaksanaan PON satu bulan saja. Tapi kalau dilaksanakan tahun depan, saya yakin ini (PON, red) tidak akan terlaksana,” ujar Ketua Umum KONI Sumbar, Syaiful, kemarin.

Alasan KONI Sumbar untuk menunda PON satu bulan dari jadwal sebelumnya dan tidak merasa yakin iven tertinggi di tanah air ini terlaksana jika dilaksanakan tahun berikutnya, memang cukup beralasan. Pertama karena dampak virus korona telah membuat berbagai persiapan masing-masing daerah melenceng dari program awal.

Kedua, jika PON dilaksanakan tahun depan, pelaksanaannya akan bentrok dengan berbagai iven internasional. Seperti Piala Dunia U-21 di Indonesia, kemudian juga Olimpiade di Jepang dan Sea Games di Vietnam.

“Olimpiade di Tokyo sudah diundur ke 2021, Sea Games di Vietnam 2021. Vietnam pun tak mau mengundur karena virus Covid-19 tak begitu berdampak kepada negara mereka,” ujar mantan Waketum KONI Sumbar tersebut.

Selain itu, semua pemerintah daerah dipastikan akan kesulitan untuk mencari sumber pendanaan. Pasalnya, pada 2021, diperkirakan anggaran keuangan pemerintah daerah akan mengalami defisit, lantaran sudah terkonsentrasi untuk penanganan Covid-19. Dana PON yang sudah dianggarkan masing-masing daerah dan akan sulit untuk dianggarkan lagi tahun depan.

Karena itu, dirinya menyakini, keputusan untuk menunda pelaksanaan PON satu bulan dari jadwal sebelumnya, dinilai sudah keputusan bijak. Dan berdasarkan informasi dari KONI provinsi lainnya, mereka juga sepakat dengan usulan ini.

Apalagi seperti diketahui, masing-masing daerah juga sudah mempersiapkan atletnya jauh-jauh hari sebelumnya. Dan mereka juga sudah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit, dalam hal persiapan untuk PON ini.

”Seperti Sumbar, kita hingga kini, latihan atlet masih berjalan, walau ada juga yang menjalani latihan secara mandiri. Dan sebagian ada juga yang menjalani latihan di cabang masing-masing. Semua ini dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam hal penerapan social distancing,” sebutnya.

Ditegaskan, latihan ini dilakukan agar kondisi fisik atlet tidak menurun. Dan perkembangan latihan para atlet ini, juga akan terus dipantau dan dievaluasi oleh KONI Sumbar. ”Jadi saya kira dengan waktu persiapan selama tiga bulan mejelang PON masih bisa lah,” tegasnya. (*)