Trofi Keenam, Pertama untuk Rino

13
Skuat Napoli mengangkat trofi Coppa Italia, setelah pada laga final di Olimpico, Roma, menumbangkan Juventus lewat babak adu penalti dengan skor 4-2. (Foto: IST)

Peluang treble winners musim ini lepas. Revans untuk laga delapan tahun lalu juga tak kesampaian. Begitulah nasib Juventus usai final Coppa Italia di Olimpico, Roma, dini hari kemarin. Ya, Bianconeri –julukan Juve- takluk 4-2 lewat drama adu penalti dari Napoli.

Tanpa ada perpanjangan waktu, babak tos-tosan harus dilalui kedua tim karena hanya bermain imbang 0-0 dalam waktu normal. Saat adu penalti empat penendang pertama Napoli berhasil mencebol gawang Si Nyonya Tua, julukan Juve. Yakni Lorenzo Insigne, Matteo Politano, Nikola Maksimoviæ, dan Arkadisz Milik.

Sedangkan Juve gagal pada dua penendang pertama, yakni Paulo Dybala dan Danilo. Tim asuhan Maurizio Sarri ini hanya berhasil pada penendang ketiga dan keempat, Leonardo Bonucci dan Aaron Ramsey. Sementara itu penendang kelima tidak melaksanakan tugas karena tidak mungkin lagi mengejarkan perolehan gol Napoli.

Dengan hasil tersebut, Napoli pun meraih trofi Coppa Italia keenam mereka sepanjang sejarah (lihat grafis). “Saya bisa merasakan bahwa kami akan memenangkannya hari ini karena itulah yang layak kami dapatkan,” kata Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis di laman resmi Napoli.

Bahkan dia menilai, Napoli satu-satunya tim yang mampu menantang Juventus. “Kami telah mengalahkan mereka di Coppa Italia. Semoga, cepat atau lambat kami akan mengalahkan mereka untuk perburuan scudetto,” sambungnya.

Sementara itu bagi allenatore Napoli, Gennaro Gattuso, kemenangan ini cukup spesial. Karena didapatnya hanya dalam 17 laga bersama Napoli di semua ajang. Dan lebih istimewa lagi, ini adalah gelar perdananya sebagai pelatih. Sebab itulah trofi tersebut memiliki arti besar bagi mantan pemain dan pelatih AC Milan tersebut.

“Saya tidak banyak tidur tadi malam,” aku Rino, sapaan akrab Gattuso, dilansir laman resmi Napoli. “Saya telah menerima begitu banyak dari sepak bola dan saya sangat menghormati dunia ini. Itu sebabnya saya selalu bekerja keras,” tambahnya.

Rino pun memuji Lorenzo Insigne dan kawan-kawan, yang dinilainya sebagai pria sejati dan pemenang. “Kami pantas mendapatkan kemenangan ini karena kami berusaha keras untuk itu,” katanya.

Atas keberhasilan tersebut, Gattuso tak lupa berterima kasih kepada Aurelio De Laurentiis karena telah memberinya kesempatan untuk melatih Napoli. Dia pun mengaku senang berada di tim asal Naples tersebut.

“Aku senang berada di sini. Presiden dan saya sudah merencanakan masa depan, tetapi sekarang kita harus fokus pada akhir musim ini dan melakukan segala yang kami bisa untuk mencoba dan kembali ke Liga Champions,” ucapnya.

Hasil ini tentu menimbulkan kekecewaan di kubu Juventus. Padalah, sebagaimana diakui full back mereka, Juan Cuadrado, Juve turun ke lapangan dengan keyakinan dan keinginan untuk memenangkan pertandingan. Namun Napoli bertahan dengan baik, dan sulit untuk menemukan ruang tembak.

“Wajar ada kegetiran, karena kami memainkan sepakbola yang diinginkan pelatih dan kami ingin memenangkan trofi. Namun kami adalah tim yang hebat, sekarang kami harus menatap ke depan dan memikirkan target kami. Anda harus belajar dari situasi ini,” katanya di laman resmi Juventus. (cip)