Penerbangan Oezil ke Istanbul Menjadi Rekor

Mesut Oezil membentangkan syal Fenerbahce sesaat setelah mendarat di Istanbul, Selasa (19/1). (IST)

Mesut Oezil resmi bergabung dengan klub Super Lig Turki Fenerbahce (19/1). Seperti yang diprediksi, kedatangan mantan bintang Arsenal itu ke markas Fenerbahce di Istanbul menuai atensi tinggi.

Sampai-sampai jadwal penerbangan gelandang serang 32 tahun itu dari London ke Istanbul jadi tontonan banyak orang. Berdasar data Flightradar, ada 312.676 orang yang memantau status penerbangan pemain muslim tersebut.

Penerbangan berjarak 2.501 kilometer itu pun menjadi yang paling banyak dipantau orang dalam sejarah penerbangan di langit Turki. Bahkan, selisih penerbangan berkode KOC10 itu sangat jauh dibandingkan peringkat kedua dengan kode TK6346 dari Barcelona ke Istanbul yang “hanya” dipantau 9.820 orang.

Ketika Oezil mendarat di Bandara Ataturk (Istanbul), ratusan orang yang mayoritas fans Fenerbahce menyambutnya. Tak ketinggalan para jurnalis. Mereka pun berdesakan dan melanggar protokol kesehatan Covid-19 hanya untuk melihat dari dekat Der Rabe (Si Gagak) –julukan Oezil.

“Itu (antusiasme dari pendukung Fenerbahce, red) membuatku semakin bersemangat di sini. Semoga aku bisa memberikan balasan (kesuksesan, red) bagi mereka,” ucap Oezil seperti dilansir Reuters.

Baca Juga:  Maverick Vinales Butuh Motor yang Mudah Beradaptasi

Mantan pemain Real Madrid itu juga ingin memulai hal yang fresh bersama Sari Kanarlayar –julukan Fenerbahce. Misalnya, Oezil memilih nomor punggung 67. Padahal, masih ada nomor yang lebih lazim tersedia di Fenerbahce. Antara lain, 2, 12, 19, 21 sampai 25, 28, dan nomor setelahnya. Nomor 23, misalnya, pernah jadi nomor pilihan Oezil ketika menjalani debut bersama Real pada musim 2010–2011.

Usut punya usut, nomor 67 punya arti krusial dalam kehidupan Oezil. Angka itu merupakan dua angka awal kode pos di Provinsi Zonguldak, Turki. Di sana merupakan tempat tinggal kakek dan nenek Oezil. Tepatnya di Distrik Devrek. Oezil juga pernah berjanji kepada sang ibu, Gulizar, bahwa dirinya akan membela Fenerbahce sebelum gantung sepatu. Janji yang kini telah ditepatinya. (io/c6/dns/jpg)