KONI Ikut SK Gubernur, Porprov 2022 Dijadwal Ulang

27
Ketum KONI Sumbar, Syaiful. (Foto: IST)

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar bersama KONI kabupaten/kota di Sumbar setuju dengan SK Gubernur Sumbar Nomor: 426-381-2020 tentang Penjadwalan Ulang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat ke-XVI Tahun 2022, dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat ke-XVII Tahun 2024.

Persetujuan ini mengapung setelah dilakukannya rapat KONI Sumbar dan KONI kabupaten/kota di Sumbar di Sekretariat KONI Sumbar, Sabtu (20/6). Para peserta yang hadir sepakat dengan SK Gubernur yang menunda pelaksanaan Porprov ke-XVI di Padangpanjang dan Tanahdatar pada 2022, dan Porprov ke-XVII di Kota Solok pada 2024.

”Pada prinsipnya, KONI Sumbar sudah sejalan (satu pandangan, red) dengan KONI kabupaten/kota, menerima SK Gubernur ini dan akan menjalankannya, untuk pelaksanaan porprov ini,” ujar Ketum KONI Sumbar, Syaiful kepada wartawan usai rapat dengan KONI kabupaten/kota tersebut.

Diakuinya, rapat tersebut sengaja digelar untuk menyatukan sikap terkait persoalan SK Gubernur tersebut. Sebab, pandemi Covid-19 ini berdampak pada minimnya anggaran Pemprov Sumbar dan juga kabupaten/kota.

”Karena anggaran pelaksanaan Porprov ini berada di APBD kabupaten/kota. Dan begitu juga dengan Sumbar, KONI Sumbar anggarannya juga dari APBD provinsi dalam bentuk hibah. Jadi KONI Sumbar dan kabupaten/kota tentunya patuh dan tunduk terhadap apa yang sudah diputuskan oleh Pemprov Sumbar ini,” sebut pria yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Pada rapat yang juga dihadiri Waketum KONI Sumbar Aldi Yunaldi, Sekum Irnaldi Samin, dan Ketua Bidang Humas Sareng Suprapto tersebut, dihadiri seluruh pengurus KONI kabupaten/kota. Di antaranya dari Agam, Padangpanjang, Dharmasraya, Kota Solok, Kabupaten Solok, Sawahlunto, Bukittinggi, Pariaman, Padangpariaman, Solsel, Tanahdatar, Pasbar, dan Padang. Mereka menyatakan setuju dengan pertimbangan kondisi keuangan daerah yang sangat memprihatinkan karena pandemi Covid-19.

Meskipun sudah memasuki tahapan normal baru, masing-masing daerah akan tetap terfokus pada perbaikan ekonomi, yang dinilai telah mengalami kelumpuhan. Perbaikan ekonomi ini juga membutuhkan waktu agar bisa kembali normal.

Terkait SK Gubernur, Sekum KONI Bukittinggi, Suharnel mengaku pihaknya akan setuju jika porprov dilaksanakan pada 2021 atau 2022. Untuk persiapan ini, juga butuh konsolidasi internal dengan pihak eksekutif dan legislatif. ”Bagi kami dilaksanakan 2021 atau 2022, kami setuju saja. Dan ini tentunya akan kami konsolidasikan lagi dengan pemerintah dan DPRD,” akunya.

Begitu juga dengan Ketum KONI Padang, Agus Suardi. Menurutnya, saat ini anggaran KONI Kota Padang sudah terpangkas sebesar 60 persen untuk penanganan Covid-19, yang berdampak pada kesiapan atlet.

”Menurut saya, pelaksanaan 2022 itu sudah cocok. Karena saya tidak yakin ekonomi akan stabil pada 2021,” ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan Ketum KONI Kota Solok, Nofrizal yang juga sepakat untuk dilakukannya penundaan pelaksanaan porprov. Sehingga masing-masing daerah memiliki kesiapan yang matang secara finansial menghadapi event dua tahunan tersebut.

Ketua Harian KONI Tanahdatar, Zulkifli Bahri menjelaskan, Tanahdatar sudah siap untuk menjadi tuan rumah bersama dengan Padangpanjang pada Porprov XVI pada 2022 mendatang. Dan KONI juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Beberapa cabor seperti aerosport, dayung, sepakbola dan bola voli berdua dengan Padangpanjang dan tenis meja juga sudah siap venue-nya. Usai ini, pihaknya secara perlahan juga akan melakukan rapat dengan pemerintah daerah untuk menyatukan pandangan terkait persiapan pelaksanaan porprov nanti.

”Pada rapat ini kami dari KONI kabupaten/kota sebenarnya menyampaikan suara hati terkait pelaksanaan porprov ini. Dengan dilaksanakannya 2022, berarti porprov 2020 tidak ada sama sekali. Sebagai insan olahraga, kita tentunya tidak ingin porprov ini batal dilaksanakan,” kata Zulkifli Bahri.

Wakil Ketua I KONI Padangpanjang, Budi Kurniawan mengaku, pihaknya bersama dengan Tanahdatar juga sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan porprov 2022 ini. Pemerintah kota saat ini, juga sudah merancang pembagian venue, yang nantinya akan ditata ulang lagi secara teknis. Sejumlah cabor yang akan dilaksanakan di Padangpanjang nantinya seperti karate, bulutangkis, menembak, tarung derajat, bola voli dan sebagainya.

”Ada sedikitnya 16 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Padangpanjang dan sisanya di Tanahdatar. Terkait soal anggaran, sesuai UU Nomor 3 Tahun 2005, itu kan dijelaskan, bahwasanya penyelenggara porprov itu adalah pemerintah kabupaten/kota. Jadi segala urusan anggaran diserahkan kepada pemerintah terkait bersama SKPD-nya,” aku Budi Kurniawan.

Disebutkan, tugas KONI dalam hal penyelenggaraan porprov hanya sebagai peserta. Sedangkan Pengcab nantinya sebagai penghubung dari pengprov sebagai pelaksana teknisnya. Apalagi kerja sama antara DPRD dengan Wali Kota di Padangpanjang saat ini cukup kondusif. (zul)