Dibutuhkan MU untuk Perkuat Flank, The Rockets Sepakat

Wide attacker Borussia Dortmund Jadon Sancho diklaim sudah mencapai kesepakatan personal dengan Manchester United. (AFP)

Ketertarikan Manchester United terhadap Jadon Sancho semakin serius. Meski dalam masa pandemi Covid-19, United terus membujuk wide attacker bertalenta milik Borussia Dortmund itu untuk balik ke Inggris.

Upaya The Red Devils –julukan United– tidak sia-sia. Seperti dilaporkan dua media kondang Inggris, The Sun dan Daily Mail, klub tersukses Premier League (20 gelar) itu diklaim sudah menjalin kesepakatan personal dengan Sancho Senin lalu (20/4). Antara lain meliputi durasi kontrak, gaji, hingga bonus-bonus pemain 20 tahun tersebut saat memperkuat United nanti.

Itu berarti United sudah separuh jalan untuk mendapatkan Sancho. The Red Devils kini tinggal menegosiasikan biaya transfer The Rockets –julukan Sancho– dengan Dortmund. “Banderol Sancho sekitar GBP 100 juta (Rp 1,92 triliun),” tulis The Sun.

Banderol yang akan memecahkan rekor transfer United (sekaligus di Inggris) yang saat ini dipegang Paul Pogba. United membayar Juventus GBP 89 juta (Rp 1,7 triliun) untuk mengembalikan Pogba ke Old Trafford pada musim panas 2016. Pogba sebelumnya memang alumnus akademi United, tetapi dilepas ke Juve pada musim panas 2012.

Banderol Sancho sekaligus bakal menggenapkan bujet transfer United pasca ditinggal Sir Alex Ferguson atau dalam tujuh tahun terakhir menjadi GBP 1 miliar (Rp 19,2 triliun).

United rela merogoh kocek dalam-dalam untuk Sancho karena pemain yang musim ini memiliki statistik 17 gol dan 19 assist tersebut memang target utama mereka. Hal itu, misalnya, diungkapkan pandit Sky Sport yang juga mantan kapten United Rio Ferdinand.

Menurut Ferdinand, Sancho bakal memperkuat lini serang United, khususnya di sektor flank. Sebab, beberapa pemain yang dimainkan pelatih United Ole Gunnar Solskjaer di sektor flank sepanjang musim ini tidak memiliki kemampuan seperti Sancho. Yakni, bagus dalam penetrasi, suka memberi umpan, sekaligus menyelesaikan peluang.

Sebut saja Daniel James (22 tahun). James yang baru bergabung musim ini dianggap hanya memiliki kecepatan. Lalu, Juan Mata terlalu tua (31 tahun), sedangkan Jesse Lingard maupun Andreas Pereira memang tidak pernah berada dalam performa terbaik. Solskjaer juga beberapa kali menjajal Mason Greenwood, tetapi pemain 18 tahun itu memang memiliki posisi asli sebagai striker.

“Ole (Solskjaer) membutuhkan pemain flank seperti Jadon (Sancho) dalam skemanya dan dia mengidamkannya sejak tahun lalu,” kata Ferdinand seperti dikutip Manchester Evening News.

Mantan kiper United berkebangsaan Australia Mark Bosnich juga meyakini bahwa Sancho adalah pemain yang bisa meningkatkan peluang The Red Devils sebagai pemburu juara Premier League musim depan.

Kiper yang dibesarkan akademi United dan menjalani awal karir profesional pada 1989–1991 itu memperlihatkan fakta bahwa United adalah sedikit klub yang tetap berani mengeluarkan dana besar untuk skuat di tengah situasi banyak klub lainnya yang melakukan efisiensi gara-gara pandemi Covid-19.

“Strategi United terlihat jitu. Mulai komitmen mengembalikan tiket terusan, memastikan staf non kepelatihan tidak dirumahkan, hingga tetap berburu pemain dalam situasi sulit saat ini,” tutur Bosnich kepada Sky Sports. (*)