Brasil vs Serbia, Awas Jadi Korban Kejutan Berikutnya

6
NEYMAR JR.(LUCAS FIGUEIREDO/CBF)

Awalnya Gomes de Oliveira yakin Brasil akan menang mudah atas Serbia dalam laga perdana mereka di Piala Dunia 2022 dini hari nanti WIB. Tapi, kekalahan Argentina oleh Arab Saudi, lalu disusul takluknya Jerman oleh Jepang, membuat mantan pelatih Madura United tersebut memilih berhati-hati.

“Brasil sama sekali tidak boleh terlalu percaya diri meski secara materi mereka di atas Serbia,” kata Manajer Gresik United asal Brasil itu ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Kemenangan Arab Saudi memang seperti menyulut semangat tim-tim yang bisa dibilang underdog. Kejutan demi kejutan pun terjadi. Tunisia berhasil menahan imbang tanpa gol Denmark, semifinalis Euro 2020.

Demikian pula Maroko yang juga mencatat hasil serupa atas Kroasia, finalis Piala Dunia 2018. Dan, tadi malam WIB, Jepang menundukkan Jerman 2-1 setelah tertinggal lebih dulu.

Neymar tentu bakal kembali jadi sumber harapan Brasil. Sudah 75 gol yang dicetak penyerang Paris Saint-Germain itu untuk negaranya, hanya beda dua gol dari Pele, sang legenda Negeri Samba.

Menghadapi Serbia dalam laga pembuka grup G di Lusail Iconic Stadium, Lusail, Qatar, membuka kesempatan Neymar untuk menyamai raihan Pele. “Neymar tidak selalu jadi pembeda dalam timnas Brasil. Akan tetapi, keberadaannya memberi dimensi lain dalam permainan Brasil,” sebut Zico, legenda Brasil lainnya, seperti dikutip dari laman Globo Esporte.

Baca Juga:  Komit Bina Panjat Tebing, Nevi Berupaya Cetak Prestasi Atlet Sejak Usia Dini

Di empat laga terakhir Thiago Silva dan kawan-kawan sebelum bertolak ke Qatar, Neymar selalu berhasil mencatatkan kontribusi. Baik gol maupun umpan gol. Neymar bahkan memborong dua dari lima gol kemenangan Brasil dalam laga uji coba melawan Korsel pada 2 Juni lalu.

Itu yang membuat treinador Brasil Tite menyebut Neymar tidak perlu menjadi kapten tim seperti di Piala Dunia 2014 untuk jadi pemimpin. “Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu atribut kepemimpinannya,” puji Tite seperti dikutip dari laman UOL.

Di mata Gomes, selain Neymar, ada beberapa pemain muda yang bakal berperan penting bagi Brasil. Salah satunya adalah Vinicius Junior. “Dia masih 22 tahun, tapi sudah mampu membawa Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions. Mentalnya sudah teruji untuk menghadapi laga-laga penting seperti di Piala Dunia ini,” katanya.

Tapi, Gomes sekali lagi mengingatkan, Brasil tidak boleh sedikit pun meremehkan lawan. “Kekalahan Argentina dan Jepang harus jadi pelajaran,” imbuhnya. (ren/gus/c17/ttg/jpg)