KONI Siapkan TC Berjalan dan Terpadu

12
ilustrasi logo KONI Sumbar. (net)

Sebanyak 178 atlet plus 58 pelatih dari 25 cabang olahraga yang lolos Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada 2-15 Oktober mendatang, akan kembali menjalani pemusatan latihan provinsi (pelatprov) atau training camp (TC).

Ada dua sesi dalam TC tersebut. Yakni TC berjalan yang akan dimulai pada 6 Maret hingga akhir April mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan TC terpadu yang dilaksanakan pada Juli-September nanti.

“Pelaksanaan PON sudah dekat. Jadi pada 6 Maret nanti semua atlet sudah harus kembali menjalani TC yang telah kami siapkan,” kata Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Togi P Tobing kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, beban yang dipikul KONI Sumbar untuk mendulang prestasi agar bisa masuk peringkat sepuluh besar di pesta olahraga tertinggi di tanah air nanti cukup berat. Mengingat tahun ini KONI Sumbar hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk persiapan hingga keberangkatan kontingen nantinya.


Meski demikian, pihaknya bersama pengurus lainnya, akan berkerja keras untuk bisa memberikan yang terbaik bagi kontingen ranah Minang. Untuk itu dia meminta dukungan semua pihak dalam hal peningkatan prestasi Sumbar.

Sesuai rencana, pada 6 Maret mendatang, para atlet dan pelatih akan dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan terkait teknis pelatprov atau TC berjalan yang akan dilaksanakan. Kemudian secara resmi nantinya akan dibuka Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Sport Hall KONI Sumbar pada 13 Maret mendatang.

Setelah itu, pada TC terpadu yang akan dilaksanakan Juni-September nanti, tidak menutup kemungkinan KONI Sumbar akan kembali menggunakan jasa konsultan olahraga untuk mendorong peningkatan fisik atlet selama menjalani pemusatan latihan.

“Dalam pelaksanaan pelatprov ini, masing-masing cabang akan dikelompokkan menjadi tiga kategori. Yakni olahraga permainan, beladiri dan terukur. Masing-masingnya memiliki teknik dan pola latihan yang berbeda-beda. Untuk konsultan olahraga, mungkin saja, tapi tergantung permintaan cabang olahraga nantinya,” ungkap ketua umum Pertina Sumbar tersebut.

Ketua Tim Pengarah Pelatprov KONI Sumbar Farzil Ale menjelaskan, selama pelaksanaan TC, KONI Sumbar akan menurunkan tim monitoring dan evaluasi yang bertugas mengawasi para atlet dan pelatih. Bagi yang indispliner dalam menjalani tugasnya akan ditegur dan diperingati. Dan tidak tertutup kemungkinan mereka akan dicoret dari kontingen Sumbar proyeksi PON Papua 2021 jika sudah tiga kali melakukan pelanggaran.

“Kapan perlu nanti kami minta para atlet dan pelatih untuk menandatangani pakta integritas. Sehingga mereka tahu yang menjadi tanggung jawab selama menjalani pelatprov,” sebut wakil ketua umum II KONI Sumbar tersebut. (zul)