Turunkan Kekuatan Terbaik di Malaysia

13
ilustrasi. (net)

Tim Indonesia tampil dengan kekuatan penuh di Malaysia Open 2021. Ajang tersebut berlangsung di Kuala Lumpur pada 25–30 Mei. Total, ada 12 wakil dan satu wakil gado-gado dari Malaysia-Indonesia (Mohamad Arif Ab Latif/Rusydina Antardayu Riodingin).

Di tiap nomor, nama-nama beken bakal tampil. Sebut saja Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting di tunggal putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra, Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ganda putri, hingga Praveen Jordan/Melati Daeva di ganda campuran.

Sementara itu, Gregoria Mariska Tunjung menjadi satu-satunya atlet tunggal putri yang tampil. Ini menjadi come back pemain yang akrab disapa Jorji tersebut setelah absen di beberapa turnamen Eropa Maret lalu karena cedera paha kanan.

Jorji siap tempur untuk tampil di ajang dengan level BWF Super 750 itu. Apalagi, ajang tersebut masuk dalam poin Olimpiade. Dia ingin tampil maksimal demi memperbaiki peringkat jelang Olimpiade Tokyo 2021.

Secara matematis, Jorji memang belum lolos otomatis. Namun, dia punya kesempatan sangat besar untuk memastikan satu tiket. “Saya melihat Malaysia Terbuka seperti turnamen biasa saja, tetapi ini juga sebagai ajang pemanasan menuju Olimpiade,” ungkap tunggal putri nomor satu Indonesia itu beberapa hari lalu.

Jorji ingin tampil lebih baik dari dua turnamen sebelumnya yang berlangsung di Thailand. “Mudah-mudahan bisa lebih bagus karena poinnya juga besar kan, jadi bisa memperbaiki peringkat,” lanjutnya.

Jorji saat ini menempati peringkat ke-21 BWF dengan 45.200 poin. Hanya, karena ada enam atlet di atasnya yang sudah lebih dari dua negara, peringkat Jorji naik jadi ke-15 untuk race to Tokyo. Pada Olimpiade, setiap negara maksimal mengirimkan dua nama di setiap nomor.

”Di Malaysia juga kan lawan-lawan di atas saya turun, jadi semoga bisa saling kejar-kejaran poin. Harapannya, semoga bisa qualified dulu,” tambahnya.

Perihal persiapan, Jorji mengaku sudah cukup baik. Khususnya dalam tiga minggu terakhir. Dia di-push untuk meningkatkan ketahanan fisik. “Dan sekarang saya sudah merasa lebih bugar kondisinya,” lanjut pemain 21 tahun itu.

Fisik menjadi salah satu kelemahan yang selalu dialami Jorji di setiap turnamen yang diikuti. Dia kerap kehabisan bensin di akhir-akhir pertandingan. Selain fisik, meningkatkan fokus dan mental saat bertanding juga perlu.

Jorji mengakui fokusnya sering hilang dalam pertandingan. Terutama di poin-poin kritis yang membuatnya kurang tenang dan panik. ”Makanya, saya juga coba meningkatkan fokus di lapangan yang selama ini menjadi salah satu kendala yang mengganggu performa,” ungkapnya. (raf/c17/bas/jpg)

Previous articlePelaku Curanmor dan Penadah Dibekuk
Next articleROG Dijamin Paling Lengkap, ASUS Tanam AMD Ryzen 5000 Mobile Series