Como Jadi Fenomena Baru Liga Champions, Begini Cara Cesc Fàbregas Mengubah Klub Debutan Ini


PADEK.JAWAPOS.COM – Como 1907 menjelma menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di Liga Champions UEFA musim 2026/2027. Klub asal Italia yang baru menjalani debutnya di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu tidak hanya mampu bersaing dengan tim-tim elite, tetapi juga mencatat sejarah lewat penampilan yang memukau.
Puncaknya terjadi saat tim asuhan Cesc Fàbregas menghancurkan Lens dengan skor telak 9-1 di Stade Bollaert-Delelis, Prancis, pada laga fase liga, Rabu (4/11) waktu setempat.
Kemenangan tersebut menyamai margin kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions dan menjadi tim pertama yang mencetak sembilan gol tandang pada era Liga Champions.
Baca Juga: Feyenoord vs Como 3-2: Hadj Moussa Bersinar, Gol Bunuh Diri Sanchez Jadi Penentu
Menurut UEFA, kemenangan tersebut menyamai margin kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions era modern, menyamai rekor Liverpool saat mengalahkan Beşiktaş 8-0 pada 2007 dan Real Madrid ketika menundukkan Malmö 8-0 pada 2015.
Como menjadi tim kedua yang mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan sejak era Liga Champions dimulai pada 1992, setelah Bayern München.
Mereka juga menjadi tim pertama sejak 1971 yang mencetak sembilan gol tandang di kompetisi utama antarklub Eropa.
Debut Eropa yang langsung mencetak sejarah
Keberhasilan Como bukan lahir dari satu pertandingan semata.
Dalam empat laga pertama fase liga, Como mengoleksi tiga kemenangan dan sembilan poin sehingga menembus empat besar klasemen sementara.
Sebelum membungkam Lens, mereka juga mengalahkan RB Leipzig 4-1 dan Manchester United 4-1, hanya sekali kalah dari Feyenoord.
Como telah mencetak 19 gol dalam empat pertandingan pertamanya di Liga Champions.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




