Beli Properti, Bisnis Daring

Mantan pesepakbola dunia, David Beckham. (INTERNET)

Mereka adalah pemilik maupun pemegang saham klub sepak bola di berbagai dunia. Mereka turut merasakan penderitaan para korban pandemi Covid-19. Lalu, apa yang bisa mereka perbuat untuk sesama?

Tepuk tangan berantai. Begitulah sebutan aksi massif yang ”diorkestra” David Beckham awal pekan lalu (20/4). Pemilik klub Inter Miami CF itu melakukannya sebagai bagian dari kampanye FIFA dalam menyemangati para tenaga medis yang berjuang di garis depan melawan virus SARS CoV-2.

Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik itu, Beckham dan 49 pesepak bola maupun mantan pesepak bola mewakili semua orang untuk berterima kasih kepada para tenaga medis di seluruh dunia. Dengan tagar #WeWillWin, FIFA membuat kampanye untuk di rumah saja dan saling menguatkan dalam melalui pandemi Covid-19.

Di laman resmi FIFA, Beckham mengungkapkan bahwa tepuk tangan yang biasanya didapat para pemain bola kini dialihkan untuk sosok-sosok yang bekerja keras di garis depan menyelamatkan jutaan nyawa manusia. ”Kami memiliki kesempatan untuk menunjukkan apresiasi kepada mereka yang dengan berani mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi kami. Kalian adalah pahlawan kemanusian dan kami ingin menunjukkan kalau semuanya mendukung kalian (para tenaga medis, red),” tutur mantan bintang Manchester United dan timnas Inggris tersebut.

Selain kampanye FIFA, Beckham menjadi sorotan di masa pandemi ini seiring melanjutkan ekspansi bisnis properti di Amerika Serikat. Tepatnya, di Miami, kota yang menjadi markas klub miliknya. Sebagaimana diberitakan Daily Mail, Beckham membeli apartemen di salah satu gedung pencakar langit di Miami.

Apartemen dengan lima kamar tersebut ditaksir bernilai sekitar USD 24 juta (Rp 369,5 miliar). Dengan tambahan apartemen tersebut, koleksi properti suami Victoria Beckham itu menjadi tiga buah. Yakni, mansion di London seharga GBP 31 juta (Rp 588,8 miliar) dan rumah mewah di Costwold seharga GBP 6 juta (Rp 133,6 miliar).

Terkait bisnis, pemain seangkatan Beckham di United (Class of 92), Gary Neville, juga melakukannya di masa pandemi. Neville disebut meluangkan waktunya untuk menjajal sejumlah bisnis daring. Hal itu pula yang disarankannya untuk para pesepak bola sekarang mengisi waktu kosong mereka di rumah.

Menurut Neville yang bersama Beckham memiliki saham di klub League Two (kompetisi level keempat Inggris) Salford City FC, banyak pesepak bola yang sekadar bersenang-senang dengan permainan konsol. ”Para pemain harus melihat masa tidak pasti ini bakal berlangsung lama sehingga sangat penting mempersiapkan segala sesuatunya,” tutur kakak kandung Phil Neville itu kepada Sky Sports.

Di sisi lain, Didier Drogba yang menjadi pemilik klub USL (kasta kedua di Amerika Serikat), Phoenix Rising, mengisi pandemi dengan menawarkan rumah sakit dari yayasannya untuk tes bagi orang dengan simtom Covid-19.

Sebagaimana diberitakan Ahram, Drogba bersama vokalis The Magic System Salif Traore juga melakukan aksi sosial di negerinya, Pantai Gading. Yakni, berdonasi berbagai kebutuhan pokok seperti sabun, beras, minyak goring, dan gula untuk sedikitnya 200 keluarga di Abidjan. ”Inilah saatnya menunjukkan solidaritas untuk lingkunganmu,” ucap Drogba yang gantung sepatu dua tahun lalu di Phoenix Rising atau pada usia genap 40 tahun. (dra/c25/dns/jpg)