Ibrahimovic Diklaim Cedera Parah

14
Zlatan Ibrahimovic memegangi engkel kanannya setelah ditekling pemain Juventus dalam first leg semifinal Coppa Italia pada 14 Februari lalu. Saat ini Ibra mengalami cedera otot betis kanan. (ISABELLA BONOTTO/AFP)

Zlatan Ibrahimovic selalu menganggap dirinya sebagai singa. Terutama saat mengalami cedera parah. ”Sebab, singa tak butuh waktu terlalu lama untuk pulih dari cedera seperti manusia pada umumnya. Dan, akulah singa itu.” Begitu ucapan Ibra.

Contohnya, saat Ibra di Manchester United tiga musim lalu. Mengalami cedera paha pada April 2017, dia diprediksi baru pulih pada awal 2018. Tetapi, pada November 2017 atau dua bulan lebih cepat dari perkiraan, bomber berjuluk Ibracadabra tersebut sudah kembali beraksi di Premier League.

Mentalitas singa itulah yang kini perlu dibuktikan lagi oleh Ibra. Sebab, attaccante 39 tahun tersebut mengalami cedera yang sempat diklaim parah pada tendon Achilles-nya dalam sesi latihan AC Milan pada Senin pagi waktu setempat (25/5).

Namun, berdasar hasil pemeriksaan tim medis klub berjuluk Rossoneri itu, Ibra terhindar dari cedera yang bisa menghentikan karirnya. ”Tendon Achilles-nya masih utuh. Zlatan hanya mengalami cedera di bagian otot soleus betis kanannya,” tulis AC Milan dalam pernyataan di laman resmi klub kemarin (27/5).

Dokter ahli ortopedi terkemuka di Serie A, Profesor Pier Paolo Mariani, meyakini cedera Ibra tidak parah dan dia bisa sembuh lebih cepat. Meski, ada kemungkinan Ibra tetap melewatkan laga pertama Rossoneri saat restart Serie A bergulir pada 13 Juni nanti.

”Ibra seorang juara dan seorang juara pasti bisa mengekspresikan dirinya pada level yang biasa dia lakukan,” kata dokter yang menjadi langganan penyembuhan cedera pemain-pemain AS Roma tersebut kepada Corriere dello Sport.

Faktor usia disebut Mariani bukan masalah bagi pemain veteran seperti Ibra. Mariani berkaca saat sukses menangani cedera engkel Francesco Totti kala mantan kapten legendaris AS Roma itu berusia 35 tahun.

”Semua bergantung pada level psikologis atlet. Jika dia termotivasi, jika dia mempunyai kemauan besar untuk sembuh, tidak ada yang bisa mencegahnya (Ibra) untuk kembali ke level standar yang dia miliki,” tutur Mariani. (ren/dns/jpg)