Senjata Tambahan dari Bangku Cadangan

15
Selebrasi pemain Inter Milan usai mencetak gol ke gawang Fiorentina. (net)

Musim lalu, lini tengah Inter Milan cukup terbatas. Selain persoalan kualitas, para gelandang klub berjuluk Nerazzurri ini kerap dihantam cedera. Stefano Sensi misalnya yang beberapa kali terkena cedera. Lalu ada Roberto Gagliardini. Kemudian juga Matias Vecino yang bahkan hingga kini masih berusaha untuk pulih.

Namun musim ini lini vital itu sepertinya akan lebih kuat dan dalam lagi. Itu seiring dengan kembalinya Radja Nainggolan dari Cagliari dan direkrutnya Arturo Vidal dari Barcelona. Bukti awalnya terlihat pada laga perdana Inter Milan di Serie A dini hari kemarin.

Meski berhasil meraih tiga poin penuh atas Fiorentina di Stadion Giuseppe Meazza, sejatinya pertandingan tersebut tidak mudah bagi Inter Milan. Apalagi, ketika laga baru berjalan tiga menit, tim tamu unggul lewat sontekan Christian Kouame.

Walaupun La Beneamata –julukan Inter Milan- kemudian mampu membalikkan keadaan lewat Lautaro Martinez (45’) dan gol bunuh diri Federico Ceccherini (52’), tim tamu mampu menyusul pada menit ke-57 berkat gol Gaetano Castrovilli. Bahkan klub berjuluk La Viola itu balik unggul lagi lewat gol Federico Chiesa (63’).

Hingga di situ, lini tengah Inter yang bermain dengan formasi 3-4-1-2 diperkuat Ashley Young, Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Ivan Perisic, dan Christian Eriksen sebagai trequartista. Tak mau kehilangan muka di kandang sendiri, allenatore Inter Milan Antoni Conte pun mulai membongkar lini tengahnya pada menit ke-65, sekaligus memperlihatkan ke dalaman tim asuhannya.

Yakni diawali dengan memasukkan Stefano Sensi dan Achraf Hakimi yang masing-masing menggantikan Christian Eriksen dan Ashley Young. Kemudian Arturo Vidal masuk menggantikan Marcelo Brozovic (74’) dan Barella diganti Nainggolan satu menit kemudian. Terakhir, Alexis Sanchez menggantikan Ivan Perisic (78’).

Masuknya Sanchez cukup berdampak besar bagi serangan Inter Milan. Sebab gol Romelu Lukaku pada menit ke-87 yang memaksimalkan umpan Hakimi dari sayap kanan, berawal dari umpan kunci Sanchez ke Hakimi. Tak sampai di situ. Pasalnya, gol kemenangan Inter yang lahir dari tandukan Danilo D’Ambrosio (89’) merupakan assist dari Sanchez.

Baca Juga:  Khabib Putuskan Pensiun

“Kemenangan selalu penting. Tentu saja kami melakukan segalanya untuk menang tanpa terlalu menderita. Tetapi permainan ini dimulai dengan buruk,” kata D’Ambrosio kepada DAZN, dikutip Football Italia.

“Kami melakukannya dengan baik untuk membalikkan keadaan, membuktikan bahwa kami ingin berjuang untuk setiap poin dan memiliki kualitas untuk bangkit dari bangku cadangan dan mengubah permainan,” sambungnya.

Sebagaimana dilansir laman resmi klub, kepada Inter TV, penyerang Lautaro Martinez menilai, ada banyak kualitas dalam skuat Inter Milan saat ini. Lima pergantian tersebut adalah senjata tambahan yang bisa dimanfaatkan. Mereka yang berada di lapangan bisa bermain dengan banyak intensitas karena para pemain yang masuk siap melakukan hal yang sama.

“Kami senang memulai musim dengan pertandingan bagus melawan tim yang sangat berbahaya saat turun minum. Kami menunjukkan keinginan dan determinasi. Kami kebobolan tiga gol yang bisa dihindari, tetapi kami senang dengan kemenangan ini,” sebut pemain asal Argentina tersebut.

Namun menurut Conte, dengan bersarangnya tiga gol ke gawang Samir Handanovic, tim asuhnnya belum memiliki keseimbangan antaranya lini serang dan pertahanan. “Tiga poin penting. Kami memiliki banyak peluang dan kami menemukan cara untuk mencetak empat gol. Ini adalah sisi positif dari banyak hal. Tetapi pada saat yang sama, kami tidak bisa kebobolan tiga gol seperti itu,” tekannya, dikutip laman resmi klub.

Dia mengakui, permainan menyerang anak asuhnya bagus dan itu menyebabkan masalah serius bagi Fiorentina. “Tetapi Anda harus tetap seimbang saat menyerang. Dalam hal ini, kami kurang fokus dan kami perlu meningkat. Jika Anda ingin menjalani musim dengan kualitas terbaik, keseimbangan adalah fondasi dari segalanya,” tambahnya. (cip)