Berkat Ubi Jalar dan Mi Shirataki

24
Romelu Lukaku. (net)

Sejak bergabung dengan Inter Milan dua musim lalu, produktivitas gol Romelu Lukaku sangat terjaga. Ternyata, asupan makanan yang tepat menjadi faktor kunci performa moncer striker timnas Belgia tersebut.

Lukaku adalah pemain pertama yang diinginkan Antonio Conte begitu menjadi allenatore Inter awal musim lalu. Keinginan yang memicu polemik mengingat Inter masih memiliki Mauro Icardi yang selama lima musim sebelumnya selalu jadi mesin gol klub berjuluk Nerazzurri tersebut.

Conte cuek. Dia tetap menginginkan Lukaku yang performanya di Manchester United dalam tren turun sembari “mengusir” Icardi ke Paris Saint-Germain. Menurut Conte, Lukaku yang berpostur tinggi besar adalah tipikal striker idaman dalam skema main favoritnya (3-5-2).

Hanya, Lukaku datang ke Inter dengan kondisi fisik tidak ideal. Frustrasi di United membuat Big Rom memiliki berat badan berlebihan. Tapi, Conte tidak khawatir karena dia memiliki Matteo Pincella. Dia tak lain nutrisionis langganan Conte sejak melatih Juventus pada 2011-2014 dan timnas Italia (2016).

Di tangan ahli gizi 42 tahun alumnus Universitas Verona itu, bobot Lukaku yang 100 kg menyusut jadi 93 kg. Memang bukan angka yang signifikan. Tetapi, bagi mantan striker Chelsea dan Everton itu, perubahan tersebut sangat terasa baik di dalam maupun di luar lapangan.

Tolok ukurnya, saat ini Lukaku sudah mencetak 59 gol dan 13 assist dalam 85 laga bersama Inter. Melewati jumlah gol selama dua musim bersama United (42 gol dari 96 laga). “Aku juga mengubah pola makanku dan rajin nge-gym,” ucap Lukaku kepada La Gazzetta dello Sport.

Pola makan Lukaku benar-benar dirombak oleh Pincella. Kebiasaan buruk Lukaku yang doyan mengonsumsi pasta dengan saus carbonara atau menyantap pizza dengan topping nanas berhenti total. Berganti dengan ubi jalar dan mi shirataki. Mi shirataki terbuat dari tepung konjac yang merupakan tanaman asli zona subtropis beriklim Asia.

Tepung tersebut juga yang dikenal sebagai makanan penekan rasa lapar. Jadi, bisa memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus mencegah penyerapan karbohidrat dan lipid (zat yang terjadi secara alami dalam tubuh dan digunakan untuk menyimpan energi).

Dua komposisi utama itu dipadu dengan sempurna bersama jeruk. Jadilah asupan gizi Lukaku kaya akan vitamin A, B6, dan C. Selain itu, terdapat garam mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, mangan, dan fosfor. “Disertai menu latihan yang tepat, aku merasa semakin kuat dan cepat ketika di lapangan,” tutur Lukaku.

Meski fokus utama Conte adalah merevolusi Lukaku, pemain lainnya bukan berarti dikesampingkan. Pincella juga menyeleksi menu makanan sehat untuk Samir Handanovic dan kawan-kawan. Termasuk mengenyahkan pasta yang selama ini selalu tersedia dalam menu reguler capolista Serie A tersebut.

Berbekal kombinasi kerja sama dengan pelatih fisik Antonio Pintus, pemain Inter juga lebih tahan banting alias tidak gampang cedera. Tercatat, hanya gelandang Stefano Sensi yang mengalami cedera lama (lebih dari 120 hari dalam dua musim terakhir). Itu pun karena variasi cedera seperti cedera otot femoris, otot aduktor, dan betis. (io/c17/dns/jpg)

Previous articleIbra Lupa Anthem, Lingard Meliuk-liuk
Next articleRumah Tabuik Pasa Dijadikan Pusat Kuliner Pintar Pariaman