Proyek Sheikh Mansour, Akuisisi Nancy Terkendala Korona

New York City FC mencatat keuntungan finansial USD 105 juta (Rp 1,61 triliun) dalam periode keuangan tahun lalu. (AFP)

Priorotas CFG (City Football Group) memang memberi kejayaan kepada Manchester City. Tetapi, jajaran direksi CFG yang dipimpin Sheikh Mansour itu tidak hanya ingin dominan di Premier League. Terbukti, ada tujuh klub selain City yang juga dimiliki CFG. Yakni New Yor City FC, Melbourne City FC, Yokoham F. Marinos, Sichuan Jiuniu, Girona, Mumbai FC, dan Montevideo City Torque.

Nah, bulan ini sejatinya AS Nancy menjadi ”koleksi” terbaru CFG. Tetapi, proses akuisisi yang sebelumnya dijadwalkan rampung pada 31 Maret 2020 tersebut harus dihentikan. Meluasnya pandemi Covid-19 jadi faktor utama. Padahal, CFG dan Nancy sudah menjajaki proses dalam beberapa bulan terakhir.

Beberapa rencana juga sudah dimatangkan. Salah satunya mempertahankan Jacquet Rousselot sebagai presiden, setidaknya hingga dua musim ke depan. Sedangkan salah satu faktor yang membuat CFG tertarik mengakuisisi Nancy adalah kerja sama Ligue 2 dengan Mediapro yang menghasilkan GBP 674 juta (Rp 12.9 triliun) per musim untuk hak siar.

Seperti dilansir Daily Mail, kesepakatan antara CFG dan Nancy bisa menjadi win-win solution bagi kedua pihak. Untuk Nancy, mereka yang saat ini berada di posisi ke-12 Ligue 2 Prancis membutuhkan suntikan dana segar dari pemilik baru. Itu berguna bagi mereka agar segera mentas ke Ligue 1 yang terakhir kali mereka rasakan pada musim 2016-2017.

Sedangkan bagi City, Le Chardons – julukan Nancy- bisa jadi salah satu harapan untuk berpartisipasi di ajang antarklub Eropa selain Girona. Itu terjadi jika nanti City benar-benar harus absen dalam dua musim ke depan karena melanggar FFP (Financial Fair Play) UEFA. Saat ini, tim asuhan Pep Guardiola itu tengah menanti putusan banding yang mereka ajukan ke CAS (pengadilan arbitrase olahraga).

Meski begitu, Rousselot mengatakan bahwa proses akuisisi CFG kepada Nancy tidak berhenti total. Pembicaraan sangat mungkin bakal dilanjutkan saat status lockdown Prancis yang berlaku sejak pertengahan Maret lalu resmi dicabut. ”Situasi saat ini membuat saya cemas (akuisisi CFG batal, red). Tetapi, saya terus mencari solusi agar klub ini bisa membaik (prestasi dan ekonomi, red),” ucap pria 70 tahun itu seperti dilansir The Sun. (io/c5/bas/jpg)