Runner Up, Seru hingga Akhir

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, usai mencetak gol ke gawang Napoli dini hari kemarin. (IST)

Scudetto Serie A musim ini memang telah dikunci Juventus pada giornata 36 lalu. Namun persaingan di papan atas bakal panas hingga laga akhir atau giornata 38 mendatang. Khususnya untuk perebutan peringkat kedua alias runner up.

Posisi itu penting. Karena bila finis di peringkat empat, jatah ke Liga Champions musim depan terancam. Itu seandainya, AS Roma mampu menjuarai Liga Eropa dan Napoli juara Liga Champions musim ini.

Juaranya dua klub tersebut akan menggerus jatah dari pentas Serie A. Sebab, maksimal, satu negara hanya dapat mengirim lima wakilnya di kompetisi antar klub terbesar di Benua Biru itu. Bila skenario tersebut berjalan mulus, maka wakil Italia di Liga Champions mendatang adalah tiga tim teratas Serie A plus dua jawara Eropa.

Bagi Inter Milan yang kini berada di peringkat dua dengan poin 79 dan Atalanta yang berada di bawahnya (78), giornata 38 akan menjadi laga ’final’ untuk posisi runner up. Pasalnya kedua tim akan langsung head to head di Gewis Stadium pada Minggu (2/8).

Modal mereka sama-sama bagus. Dini hari kemarin, kedua tim tersebut sama-sama meraih kemenangan pada giornata 37. Inter yang menjamu Napoli di Stadion Giuseppe Meazza menang 2-0 lewat gol Danilo D’Ambrosio (11’) dan Lautaro Marinez (74’). Sedangkan Atalanta, meski sempat tertinggal lewat gol Dejan Kulusevski (43’), akhirnya bisa mengalahkan tuan rumah Parma 1-2, lewat gol Ruslan Malinovsky (70’) dan Alejandro Gomes (84’).

Sebagaimana dilansir laman resmi klub, kepada Sky pelatih Inter Milan Antonio Conte menyampaikan, semua kredit harus diberikan kepada para pemain, yang menghasilkan kinerja permainan yang hebat. Bahkan setelah mengetahui hasil yang diperoleh Atalanta.

“Kami tidak punya pilihan selain menang, dan situasi seperti ini penting karena. Bahkan jika Anda tidak mendapatkan gelar untuk finis di tempat kedua. Tapi membiasakan diri dengan tekanan adalah hal yang penting. Kami merespons sebagai kesatuan yang sesungguhnya dan saya merasa sangat senang untuk tim,” ujarnya.

Eks pelatih Chelsea itu memaparkan, akhir-akhir ini menjadi periode yang sangat sibuk bagi tim asuhannya. Mereka telah bermain setiap tiga hari sekali. Namun, jelang duel kontra Atalanta, mereka memiliki sedikit waktu lebih lama untuk beristirahat. Nerazzurri –julukan Inter Milan- bisa istirahat selama empat hari.

“Saya melihat ini sebagai hal yang positif karena kami akan memiliki lebih banyak waktu untuk persiapan. Sabtu (Minggu dini hari WIB) mendatang akan menjadi pertandingan yang penting bahkan melebihi persoalan klasemen di liga. Karena kami akan menghadapi tim yang merupakan kekuatan besar di Serie A dan juga bermain baik di Champions League. Ini akan menjadi ujian yang bagus untuk melihat di mana kami sedang berada,” tutur Conte.

Terpisah, dilansir Football Italia, pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini menyebut, anak asuhnya bermain buruk pada babak pertama ketika melawan Parma. Tapi dia senang dengan come back yang diperlihatkan Duvan Zapatan dan kawan-kawan di babak kedua.
Ini agaknya membuat Gasperini optimistis menatap laga kontra Inter Milan mendatang.

“Kami memiliki sumber daya di sini. Jelas bahwa tim berbeda dari babak pertama,” ucapnya. “Keyakinan tumbuh ketika Anda bermain seperti ini. Kami bisa saja mencetak gol di beberapa kesempatan. Ketika tim rileks, kami berhasil menciptakan lebih banyak (peluang dan gol),” kata mantan pelatih Inter Milan itu.

Dengan kemenangan kontra Parma itu, kini Atalanta mencetak rekor baru. Yakni 11 kemenangan tandang dalam satu musim. “Ini tim yang pantas memiliki catatan mereka sendiri. Kami berharap di masa depan lebih kuat,” ucapnya.

Angka-angka sambung Gasperini, mengatakan Atalanta ini hebat. “Itu sebabnya kami ingin mengakhirinya dengan catatan lain. Ini akan menjadi pencapaian puncak dari tahun yang aneh. Ada gangguan yang luar biasa dan penyesalan terbesar adalah bahwa kami tidak bisa membagikan musim unik ini dengan penggemar kami,” tukasnya.

Persaingan berebut posisi runner-up tersebut sebenarnya bukan milik Inter dan Atalanta saja. Lazio yang berada di peringkat empat dengan poin 75, masih bisa menyodok mereka. Syaratnya, tim asuhan Simone Inzaghi itu harus menang atas Brescia pada laga dini hari tadi dan juga dari Napoli pada laga terakhir mereka, Minggu dini hari (2/8) mendatang. Sementara itu, pada saat bersamaan Inter dan Atalanta hanya bermain imbang. (cip)