Tak Dapat Izin, Kompetisi Ditunda

19
ilustrasi. (net)

Tidak mendapatkan izin keramaian untuk menyelenggarakan kompetisi dari Polri, PSSI memutuskan untuk menunda Liga 1 dan Liga 2 hingga satu bulan ke depan. Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Kemenpora, Selasa (29/9).

Menurut Iwan Bule -panggilannya Mochamad Iriawan- kompetisi rencananya digelar pada 1 Oktober. Namun, Polri tidak memberikan izin keramaian. Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut menambahkan bahwa Mabes Polri juga tidak mengeluarkan izin di semua tingkat.

“Kami menghormati keputusan Mabes Polri, PSSI juga mengapresiasi tim-tim yang sudah mempersiapkan semuanya. Jadi, kompetisi Liga 1 dan 2 ditunda sebulan,” kata Iriawan.
Iwan Bule meminta kepada semua tim, ofisial, wasit, dan perangkat lainnya untuk tetap semangat. Dia berharap pandemi Covid-19 bisa selesai. PSSI, sebutnya, lebih mementingkan sisi kemanusiaan.

“Kami juga sudah minta ke Kemenpora untuk ditunda satu bulan dan bisa lagi menggulirkan kompetisi. Jika ditunda lama-lama tidak baik juga, dan mengganggu jadwal AFC,” jelasnya.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah secara matang, perangkat sudah siap. Semua sudah dilakukan, jadi kami harus menghormati itu. PT LIB akan berangkat ke Yogyakarta untuk memberikan penjelasakan kepada klub yang sudah ada di sana,” kata Iwan Bule.

Dia berharap kompetisi bisa mulai digelar pada November mendatang. Menurutnya kompetisi harus berlangsung karena jika tidak akan menjadi penilaian buruk bagi Indonesia di mata FIFA. Terlebih, Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

“Kami tahu kalau kompetisi ini tidak berlanjut, ini akan menghilangkan satu generasi sepak bola satu tahun,” ungkap Iwan Bule. “Dan, timnas nggak bisa mengikuti agenda FIFA maupun AFC, yang mungkin dipandang tidak baik,” imbuhnya.

Iriawan berharap kompetisi Liga 1 dan 2 bisa digelar pada November. Karena jika kompetisi baru dimulai Desember, semua agenda yang sudah dijadwalkan akan mundur lagi. Sementara April memasuki bulan Ramadan dan Mei sudah masuk jadwal Piala Dunia U-20 2021.

Penundaan tersebut memantik kekecewaan Borneo FC. Hal itu diutarakan manajer Borneo FC, Farid Abubakar. “Kecewa pastilah ada. Karena kita sudah menjalani beberapa kali meeting dan tidak ada sama sekali bahasan perihal izin keamanan dari kepolisian. Jadi terkesan sekarang liga ini menjalankan kelanjutan secara terburu-buru,” ungkap Farid.

Padahal hingga sampai pada tahapan ini, Borneo FC sudah menyiapkan segalanya. Dari kembali mengumpulkan tim, memfasilitasi latihan dan uji coba, perawatan kesehatan pemain sampai apa saja yang dibutuhkan di Pulau Jawa nanti telah disiapkan.

Baca Juga:  Musim Oezil Sudah Berakhir

“Kita sudah menyiapkan semuanya di Yogyakarta. Termasuk panpel dan juga tiket penerbangan untuk 46 orang. Selain itu juga DP untuk hotel di Madura. Semua harus terbuang sia-sia,” kesalnya.

Borneo FC menyadari betul bahwa situasi pandemi memang belum terkendali. Tapi dengan ditetapkannya Liga 1 akan bergulir Oktober nanti, pemain akhirnya dikumpulkan dengan pengawasan kesehatan dilakukan secara ketat. Maka pembatalan ini sama saja dengan apa yang dilakukan klub Liga 1 dan 2 tidak ada artinya. Diabaikan setelah diberi harapan.

“Mereka tidak memikirkan klub. Kemarin klub diberi harapan jika kompetisi digulirkan dan kita menyiapkan semuanya. Agar di tengah kondisi ini tim masih bisa berprestasi, tapi sekarang harus ditunda lagi harapan itu,” tutur Farid.

Untuk langkah selanjutnya, manajemen akan menggelar diskusi dengan seluruh direksi dan pelatih sembari menanti keputusan absolut dan tanggung jawab dari operator liga dan federasi. “Ya nanti bakal kita bicarakan lebih detail ke manajemen dan sekaligus pelatih. Karena jelas pelatih programmya juga akan berbeda kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, situasi ini akan dimanfaatkan Persija Jakarta untuk mematangkan lagi kesiapan mereka dalam mengarungi liga. Presiden Persija Mohamad Prapanca mengatakan, saat ini seluruh pemain dalam kondisi yang siap tempur menuju kompetisi. Dengan adanya penundaan ini, maka Macan Kemayoran –julukan Persija- akan memanfaatkan waktu yang ada untuk lebih memaksimalkan persiapan.

“Persiapan tim tidak hanya dari teknis, namun juga dari non-teknis. Kabar baik datang untuk Persija. Seluruh pemain dan ofisial dinyatakan negatif dari Covid-19. Hal ini membuktikan seluruh anggota tim selalu mematuhi protokol yang ada dan jangan sampai lengah,” kata Prapanca dikutip situs resmi klub.

Sebelumnya, hasil tes swab yang dilakukan Persija Jakarta pada Senin (28/9) di NYTC Sawangan, Depok, Jawa Barat sangat memuaskan. Seluruh pemain dan ofisial Persija dinyatakan negatif dari Covid-19.

Kabar baik ini disampaikan dokter Tim Persija, Donny Kurniawan, Selasa (29/9). Menurut Donny, seluruh anggota tim terbebas dari Covid-19. “Kabar baik untuk Persija Jakarta. Hasil tes swab yang dijalani kemarin (Senin 28/9), semua pemain dan ofisial dinyatakan negatif dari Covid-19,” ujar Donny. “Meski dinyatakan terbebas dari Covid-19, kami tidak ingin lengah dan tetap mengingatkan seluruh anggota tim untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada,” ujarnya. (jpg)