Tolak Hibah Rp950 Juta, Ini Alasan KONI Padangpanjang…

32

Pengurus KONI menyampaikan penolakan hibah melalui Sekko Sonny B Putra dalam pertemuan di Balaikota.

Dinilai tidak proporsional untuk memenuhi kebutuhan pembinaan olahraga terhadap cabang olahraga (cabor) yang ada, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padangpanjang memutuskan untuk menolak hibah tahun anggaran 2021 sebesar Rp950 juta.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Ketua Umum KONI Padangpanjang, Primer beserta jajaran pengurus lainnya dengan Sekretaris Kota (Sekko) Padangpanjang, Sonny Budaya Putra di Balaikota setempat, Selasa (30/3) kemarin.

Primer pada kesempatan itu terhadap Sekko Sonny Budaya Putra mengungkapkan hibah yang diberikan terhadap KONI tahun ini dinilai tidak efektif. Hal tersebut dikatakan melihat besarnya kebutuhan cabor, yang secara jumlah cabang sudah bertambah dari tahun-tahun sebelumnya. Minimal disebutkan Primer, kebutuhan KONI dan cabor dalam keadaan efesiensi anggaran setidaknya di angka Rp1,8 milliar.

“Kalau usulan anggaran yang kita ajukan di awal, ada sekitar Rp6,8 milliar karena mengingat selain kondisi peralatan latih dan tanding atlet di cabor tidak memadai, juga terdapat pertambahan sejumlah cabor baru. Dalam usulan tersebut kita poskan sebesar Rp1 milliar untuk kebutuhan alat latih dan tanding.

Jika hibah yang ada cuma Rp950 juta, akan sangat tidak efektif karena tidak proprosional menjawab kebutuhan. Makanya kita memutuskan hanya menerima untuk kebutuhan sekretariat seperti sewa kantor dan item kegiatan yang wajib diselenggarakan,” beber Primer.

Pada kesempatan yang sama, Sonny mengungkapkan kondisi keuangan Pemko Padangpanjang sangat terbatas akibat adanya kebijakan refocussing guna penanganan covid-19 keduakalinya ini. Bahkan disebutkannya, untuk memenuhi refocussing yang disyaratkan pemerintah pusat hingga saat ini masih jauh dari cukup.

Baca Juga:  Asnawi Mangkualam Terpilih Jadi Pemain Terbaik

Berkaitan dengan potensi penambahan di anggaran perubahan, Sonny yang turut didampingi Kepala BPKD Winarno saat itu mengaku tidak bisa memastikan. Namun dirinya berharap dengan hibah sebesar Rp950 juta melalui Dinas Porapar tersebut tetap dapat dimanfaatkan KONI untuk menjawab kebutuhan cabor secukupnya.

“Kondisi keuangan kita memang sangat tidak memadai untuk memberikan hibah cukup terhadap KONI karena refocussing anggaran guna penangan Covid-19 juga belum terpenuhi. Namun demikian dengan anggaran hibah yang ada, mungkin bisa memenuhi kebutuhan cabor dengan cara dicicil atau bertahap hingga anggaran tahun-tahun berikutnya,” ucap Sonny pada kesempatan yang turut dihadiri Kabid Olahraga Dinas Porapar Padangpanjang, Arlanda.

Sedangkan Wakil Ketua II membidangi pembinaan prestasi dan sarana prasarana, Fendry Munandar mengaku sangat tidak efektif merealisasikan pembinaan terhadap cabor secara tidak proprosional (seimbang). Berdasarkan jumlah yang ada sekitar 36 cabor, operasional sangat tergantung pada ketersediaan peralatan latihan.

“Pertama akan sangat sulit memilah cabor yang akan dibantu pengadaan alat latih dan tanding mereka. Kemudian jika anggaran yang tersedia saja tidak mencukupi untuk setengah dari cabor yang membutuhkan anggaran belanja alat, bagaimana kebutuhan pembiayaan operasional meski dihitung hanya untuk 5-6 bulan kegiatan,” tegas Fendry yang kerap terlibat sebagai pengurus inti di setiap periode kepengurusan itu. (wrd)

Previous articlePSSI Belum Pastikan Kapan Shin Tae-yong Kembali
Next articlePascakebakaran Kilang Balongan, Andre Rosiade Sebut Pasokan BBM Aman