Kabau Sirah, julukan Semen Padang, sukses meraih tiga poin setelah mengalahkan PSS Sleman dengan skor tipis 1-0 di Stadion Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, kemarin.
Hendri Susilo, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelatih Persiraja Banda Aceh, merasa sangat bersyukur atas kemenangan tersebut.
"Saya hanya bisa mengucapkan syukur Alhamdulillah untuk laga sore ini. Anak-anak menang dan membawa tiga poin. Itu sangat spesial. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah," kata Hendri, yang juga pernah melatih Sriwijaya FC Palembang, usai pertandingan.
Meskipun berhasil mengamankan kemenangan pertama musim ini, manajemen Semen Padang mengisyaratkan bahwa posisi Hendri Susilo belum sepenuhnya aman.
Penampilan Semen Padang yang dinilai kurang memuaskan menjadi salah satu alasan utama.
Penasihat klub Semen Padang, Andre Rosiade, menyebutkan bahwa tim terlalu banyak berada di bawah tekanan dan kurang berani menyerang di 10 menit terakhir pertandingan.
"Kami menang, tapi secara permainan tidak memuaskan. Kami ditekan terus. Bahkan, dalam 10 menit terakhir pemain kami tidak berani menyerang keluar," ungkap Andre Rosiade saat ditemui oleh Jawa Pos usai pertandingan.
Andre menambahkan bahwa manajemen akan melakukan evaluasi besar-besaran dan mempertimbangkan tindakan lebih lanjut setelah satu pertandingan berikutnya melawan Malut United.
"Kami akan ada tindakan. Mungkin menunggu satu pertandingan lagi. Setelah itu, akan ada evaluasi besar-besaran," tegasnya.
Lebih jauh, Andre mengungkapkan bahwa manajemen Semen Padang telah menerima banyak tawaran dari pelatih asing untuk menggantikan Hendri. Salah satu nama yang dikabarkan adalah Thomas Doll, mantan pelatih Persija Jakarta.
"Ya, terus terang ada sekitar 20 pelatih asing yang masuk ke manajemen. Tapi, belum ada keputusan. Sampai hari ini kami masih percaya terhadap coach Hendri, tapi akan dievaluasi," tegas Andre.
Menanggapi situasi yang tetap belum menentu meskipun sudah meraih kemenangan perdana, Hendri Susilo menyatakan kesiapannya menghadapi segala kemungkinan.
"Saya mengembalikan ke manajemen. Pada intinya, saya siap dengan situasi A, B, dan C. Itu normal sebagai pelatih," ujar Hendri dengan tenang.(fiq/c17/ali)
Editor : Heri Sugiarto