Tim asuhan pelatih Dejan Antonic terbang dari Padang menuju Jepara pada Selasa (18/11) membawa rombongan 22 pemain. Di sektor penjaga gawang, tim membawa Arthur Augusto dan Muhammad Farel. Lini belakang diisi Angelo Meneses, Rui Rampa, Herwin Tri Saputra, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson, dan Zidane Afandi.
Di lini tengah, Semen Padang menurunkan Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Dimas Roni, Ripal Wahyudi, Ambrizal Umanailo, Pedro Matos, Irsyad Maulana, Firman Juliansyah, Ferdiansyah, Febrian Tri Saputra, dan Armando Oropa.
Sementara di posisi ujung tombak, hadir Cornelius Stewart serta supersub Muhammad Ridwan.
Dua pemain asing andalan, Bruno Gomes dan Felipe Chaby, tidak masuk dalam rombongan karena cedera paha dan sakit. Ketidakhadiran keduanya menjadi ujian tersendiri bagi Semen Padang yang berupaya bangkit dari posisi dasar klasemen.
Hingga pekan ke-12, Semen Padang menempati peringkat ke-18 dengan koleksi empat poin dari 11 laga: sekali menang, sekali imbang, dan sembilan kali kalah.
Kabau Sirah bahkan telah berpuasa kemenangan dalam sembilan laga beruntun dan mencatat delapan kekalahan beruntun pada delapan laga terakhir.
Pelatih Dejan Antonic menekankan pentingnya dua laga tandang ini untuk menentukan arah tim ke luar dari zona merah.
“Dua laga berikutnya adalah kunci untuk kita. Pertandingan lawan Persijap di Jepara akan berlangsung ketat karena sama-sama ada di papan bawah. Dua laga nanti anak-anak harus sampai 150 persen serius,” ujarnya.
Kondisi ini membuat Semen Padang berada di bawah tekanan besar, mengingat pertandingan tandang kontra Persijap dan Persik menjadi momentum penting bagi Kabau Sirah untuk memperbaiki performa sekaligus meningkatkan perolehan poin.
Dengan persiapan matang dan fokus penuh, Semen Padang FC berharap dapat memutus tren negatif dan mulai merangkak naik di klasemen BRI Super League 2025/2026.(*)
Editor : Heri Sugiarto