Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Aryna Sabalenka Pastikan Tiket Final Australian Open 2026, Tantang Pemenang Pegula vs Rybakina

Heri Sugiarto • Kamis, 29 Januari 2026 | 18:48 WIB

Aksi Aryna Sabalenka di Rod Laver Arena ketika menembus final keempat beruntun Australian Open usai mengalahkan Elina Svitolina.(Foto: IG @arynasabalenka)
Aksi Aryna Sabalenka di Rod Laver Arena ketika menembus final keempat beruntun Australian Open usai mengalahkan Elina Svitolina.(Foto: IG @arynasabalenka)
PADEK.JAWAPOS.COM-Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, kembali memastikan langkah ke final Australian Open setelah mengalahkan Elina Svitolina 6-2, 6-3 pada semifinal, Kamis (29/1/2026).

Kemenangan ini memperpanjang rekornya menjadi empat final beruntun di turnamen tersebut, setelah sebelumnya melaju pada 2023, 2024, dan 2025.

Pertandingan di Rod Laver Arena menegaskan dominasi Sabalenka yang kembali mencapai final Grand Slam kedelapan sepanjang kariernya.

Petenis Belarus itu juga melaju tanpa kehilangan satu set pun, seperti yang dia lakukan saat meraih gelar pada 2023 dan 2024.

Sabalenka kini menunggu pemenang duel Jessica Pegula dan Elena Rybakina untuk menentukan lawan di final. Jika Rybakina lolos, laga tersebut akan menjadi ulangan final Australian Open 2023 yang dimenangkan Sabalenka melalui kemenangan 4-6, 6-3, 6-4.

Kemenangan Meyakinkan atas Svitolina

Rekor pertemuan Sabalenka atas Svitolina kini menjadi 6-1 setelah kemenangan semifinal ini.

Di sisi lain, Svitolina kembali gagal menembus final Grand Slam meski tampil pada semifinal keempatnya.

Meski kalah, petenis Ukraina tersebut dipastikan kembali menembus 10 besar PIF WTA Rankings.

Sabalenka langsung menekan sejak gim awal. Setelah tertinggal 15-40, ia membalikkan keadaan dengan empat poin beruntun untuk mempertahankan servisnya.

Petenis berusia 27 tahun itu mencatatkan akurasi 67 persen pada servis pertama dan memenangi hampir 70 persen poin dari servis tersebut.

Serangan Sabalenka kerap memaksa Svitolina melebar, membuka ruang bagi pukulan kemenangan.

Ia menutup laga dengan 29 winners berbanding 17 unforced errors dari Svitolina.

Set Pertama Dikuasai Sabalenka

Break pertama menjadi milik Sabalenka meski sempat terjadi kontroversi. Chair umpire memberikan pelanggaran hindrance setelah Sabalenka mengeluarkan suara sebelum Svitolina memukul bola.

Setelah meminta review, keputusan tetap diberikan kepada Svitolina. Namun Sabalenka kembali mengontrol permainan dan unggul 3-1 sebelum menutup set pertama 6-2 melalui break kedua.

Pada set kedua, Svitolina sempat unggul 2-0 setelah memanfaatkan peluang break. Namun momentum itu hanya bertahan singkat. Sabalenka memenangkan 12 dari 13 poin berikutnya dan berbalik memimpin 3-2. Dalam periode tersebut, ia mencatat lima winners sementara Svitolina menghasilkan tujuh error.

Sabalenka Tetap Tangguh hingga Akhir

Sabalenka juga unggul dalam reli panjang, memenangi delapan dari sepuluh poin pada reli sembilan pukulan atau lebih.

Poin krusial terjadi ketika Svitolina unggul 40-30 pada gim berikutnya. Pukulan forehand-nya melebar, disusul double fault yang membuka peluang Sabalenka merebut break untuk unggul 4-2.

Svitolina mengakui perbedaan kualitas setelah pertandingan. Ia menyebut servisnya kurang menekan dan menyatakan Sabalenka memiliki pukulan kedua yang sangat cepat dan efektif.

Sabalenka kemudian menjaga keunggulan hingga menutup pertandingan 6-3, memastikan satu tempat di final Australian Open 2026 dan memperpanjang dominasinya di turnamen hard court Grand Slam sejak 2023.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Final Australian Open 2026 #grand slam #elina svitolina #turnamen tenis #Aryna Sabalenka #Jessica Pegula #Elena Rybakina