Wasit pertandingan, Naufal Adya Fairuski, mengeluarkan kartu merah terhadap Sudin F pada menit ke-37 setelah insiden di area pertahanan, membuat PSIM bermain dengan 10 orang hingga akhir laga.
Kejadian itu memberi peluang bagi tuan rumah untuk menekan sepanjang babak kedua, namun upaya menembus pertahanan tamu tak kunjung membuahkan gol.
Berdasarkan statistik pertandingan, Semen Padang unggul tipis dalam penguasaan bola 52% berbanding 48%. Dari segi peluang, tuan rumah melepaskan empat tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang, sedangkan PSIM hanya mencatat satu tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang.
Selain itu, Semen Padang unggul 6-4 dalam tendangan sudut. Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala utama bagi tuan rumah.
Kegagalan memanfaatkan keunggulan pemain membuat Semen Padang kembali melewatkan kesempatan memperkecil jarak poin dengan klub-klub yang juga berjuang di zona degradasi.
Kondisi ini menambah tekanan bagi Kabau Sirah jelang laga-laga selanjutnya, di mana kemenangan kandang krusial untuk menjaga peluang bertahan di kompetisi.
Pelatih dan pemain diketahui sudah menyiapkan strategi intensif untuk memaksimalkan sisa pertandingan, tetapi hingga peluit akhir, kedudukan tetap kacamata.
Dengan hasil ini, fokus tim kini bergeser untuk memperbaiki efektivitas serangan dan pemanfaatan peluang pada laga berikutnya. (*)
Editor : Adetio Purtama