Liverpool menghadapi tantangan setelah kalah 0-1 pada pertemuan pertama. Gol tunggal dicetak oleh gelandang Galatasaray, Mario Lemina, yang memberi keunggulan awal bagi tim tamu.
Bermain di Anfield, Liverpool memiliki peluang membalikkan keadaan. Dalam sejarah kompetisi Eropa, The Reds pernah membalikkan defisit 0-1 di kandang dengan kemenangan 3-0 atas Lille.
Pelatih Liverpool, Arne Slot menyatakan timnya memiliki cukup peluang pada laga sebelumnya, namun belum mampu memaksimalkan penyelesaian akhir. "Ini adalah kesempatan kami untuk melaju ke babak selanjutnya dan juga untuk mengingatkan diri kami sendiri dan semua orang tentang kemampuan kami," ungkap Slot jelang laga, dikutip dari laman UEFA.
Skenario Lolos ke Perempat Final
Liverpool wajib menang untuk menjaga peluang lolos. Kemenangan dengan selisih dua gol akan membawa mereka langsung ke perempat final. Sementara kemenangan dengan selisih satu gol akan memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.
"Secara historis dan musim ini, kami telah menunjukkan bahwa kami lebih kuat di kandang daripada di tandang. Kami mengalahkan Real Madrid dan Atleti di sini (di fase liga). Kami bekerja sangat keras untuk memastikan detail-detailnya menguntungkan kami dan bukan Galatasaray seperti terakhir kali," tambah Arne Slot.
Di sisi lain, Galatasaray hanya membutuhkan hasil imbang atau kemenangan untuk memastikan tiket ke babak berikutnya.
Baca Juga: Maroko Juara AFCON 2025 Usai CAF Putuskan Senegal Kalah WO, Skor 3-0
Statistik Kunci Jelang Pertandingan
Berdasarkan catatan UEFA, Galatasaray mencatat akurasi crossing tertinggi di antara tim tersisa di Liga Champions musim ini dengan 33 persen. Gelandang Gabriel Sara menjadi pemain dengan jumlah crossing terbanyak, yakni 52 percobaan dengan 18 yang berhasil.
Satu-satunya kemenangan Galatasaray hingga saat ini di tanah Inggris diraih melawan Manchester United di babak penyisihan grup Liga Champions 2023/24. "Mengalahkan Liverpool untuk mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 2012/13 akan menjadi "jauh lebih signifikan," tulis Hürriyet Spor.
Sementara itu, Liverpool memiliki akurasi crossing 30,6 persen, berada di bawah Galatasaray.
Dari sisi individu, Mohamed Salah berpeluang mencetak rekor sebagai pemain Afrika pertama yang mencapai 50 gol di Liga Champions, dengan hanya membutuhkan satu gol tambahan.
Baca Juga: Real Madrid Terlalu Kuat, Singkirkan Man City dengan Agregat 5-1 di Liga Champions
Kondisi Terkini Kedua Tim
Liverpool datang dengan hasil kurang konsisten setelah hanya meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi. Pada laga terakhir, mereka bermain imbang 1-1 melawan Tottenham.
Untuk komposisi pemain, bek Ibrahima Konate dipastikan dalam kondisi fit. Sementara Joe Gomez masih diragukan tampil. Penyerang Alexander Isak belum dapat dimainkan karena masih dalam proses pemulihan cedera.
Di kubu lawan, Galatasaray mencatat lima kemenangan beruntun, termasuk kemenangan 3-0 atas Basaksehir di liga domestik.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan tim untuk melangkah ke babak selanjutnya. "Ini bukan hanya malam yang sangat penting bagi Galatasaray, tetapi juga bagi sepak bola Turki," ungkapnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto