
Penulis : Kayla Assyfha dkk - Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Padang
Di tengah arus deras digitalisasi pendidikan, muncul kekhawatiran serius: apakah guru masih menjalankan fungsinya sebagai pembentuk karakter, ataukah telah tereduksi hanya menjadi penyampai materi di depan layar?
Sebuah kajian terbaru dari Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Padang (UNP) mengangkat pentingnya bimbingan guru dalam proses pembentukan karakter peserta didik, khususnya di jenjang sekolah dasar (SD).
Kajian yang disusun oleh tim mahasiswa PGSD UNP ini menegaskan bahwa sekolah dasar merupakan fase emas (golden age) pembentukan kepribadian anak. Anak usia 6 hingga 12 tahun berada pada tahap perkembangan yang sangat mudah dibentuk oleh lingkungan sekitarnya, termasuk oleh keteladanan guru di kelas.
“Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, pengarah, sekaligus teladan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.”
Apa Itu Pendidikan Karakter?
Karakter, secara etimologis berasal dari kata Yunani kharakter, berarti tanda atau ciri khas yang membedakan satu individu dengan individu lainnya. Dalam dunia pendidikan, pembentukan karakter mencakup dimensi moral reasoning (penalaran moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral behavior (perilaku moral). Ketiga dimensi ini harus berjalan beriringan agar proses pendidikan menghasilkan pribadi yang utuh.
Thomas Lickona, pakar pendidikan karakter, menyebutkan bahwa karakter yang baik mencakup tiga elemen: mengetahui yang baik, menginginkan yang baik, dan melakukan yang baik. Dengan kata lain, pendidikan karakter bukan sekadar ceramah nilai-nilai, melainkan proses internalisasi yang menyentuh pikiran, hati, dan tindakan peserta didik.
Pemerintah Indonesia sendiri telah lama menaruh perhatian terhadap isu ini. Sejak Gerakan Nasional Pendidikan Karakter Bangsa tahun 2010 hingga program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diluncurkan pada 2016, upaya sistematis untuk menanamkan karakter di lingkungan sekolah terus digalakkan.
Guru: Lima Peran Sekaligus
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




