Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru Bukan sekadar Pengajar

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

Penulis : Kayla Assyfha dkk - Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Padang

Di tengah arus deras digitalisasi pendidikan, muncul kekhawatiran serius: apakah guru masih menjalankan fungsinya sebagai pembentuk karakter, ataukah telah tereduksi hanya menjadi penyampai materi di depan layar?

Sebuah kajian terbaru dari Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Padang (UNP) mengangkat pentingnya bimbingan guru dalam proses pem­bentukan karakter peserta didik, khususnya di jenjang se­kolah dasar (SD).

Advertisement

Kajian yang disusun oleh tim mahasiswa PGSD UNP ini menegaskan bahwa sekolah dasar merupakan fase emas (golden age) pembentukan kepribadian anak. Anak usia 6 hingga 12 tahun berada pada tahap perkembangan yang sangat mudah dibentuk oleh lingkungan sekitarnya, termasuk oleh keteladanan guru di kelas.

“Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, pengarah, sekaligus teladan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.”

Apa Itu Pendidikan Karakter?

Advertisement

Karakter, secara etimologis berasal dari kata Yunani kharakter, berarti tanda atau ciri khas yang membedakan satu individu dengan individu lainnya. Dalam dunia pendidikan, pembentukan karakter mencakup dimensi moral reasoning (penalaran moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral behavior (perilaku moral). Ketiga dimensi ini harus berjalan beriringan agar proses pendidikan menghasilkan pribadi yang utuh.

Thomas Lickona, pakar pendidikan karakter, menyebutkan bahwa karakter yang baik mencakup tiga elemen: mengetahui yang baik, menginginkan yang baik, dan me­lakukan yang baik. Dengan kata lain, pendidikan karakter bukan sekadar ceramah nilai-nilai, melainkan proses internalisasi yang menyentuh pikiran, hati, dan tindakan peserta didik.

Pemerintah Indonesia sendiri telah lama menaruh perhatian terhadap isu ini. Sejak Gerakan Nasional Pendidikan Karakter Bangsa tahun 2010 hingga program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diluncurkan pada 2016, upaya sistematis untuk menanamkan karakter di lingkungan sekolah terus digalakkan.

Guru: Lima Peran Sekaligus

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Krisis Keteladanan di Era Digital, Siapa yang Digugu dan Ditiru?

Krisis Keteladanan di Era Digital, Siapa yang Digugu dan Ditiru?

Anak semakin dekat dengan dunia digital. Keteladanan guru, orang tua, masyarakat, dan influencer penting untuk membentuk karakter.

Maulid Nabi di UNP, Sekjen Kemenag Ingatkan Mahasiswa Pentingnya Tujuan Jelas dan Karakter Kuat

Maulid Nabi di UNP, Sekjen Kemenag Ingatkan Mahasiswa Pentingnya Tujuan Jelas dan Karakter Kuat

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mendorong mahasiswa UNP memiliki tujuan jelas serta memperkuat komunikasi, karakter, akhlak, dan ketekunan.

5 Cara ASPIKOM CARE 2026 Bangun Kepercayaan Diri Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang

5 Cara ASPIKOM CARE 2026 Bangun Kepercayaan Diri Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang

ASPIKOM CARE 2026 menghadirkan lima kegiatan edukatif untuk memulihkan trauma dan membangun kepercayaan diri siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer