
Penulis : Timtim Deby Purnasebta - Praktisi GIS Sumatera Barat
HAMPIR satu abad lalu, tepatnya 28 Juni 1926, Sumatera Barat mengalami salah satu bencana geologi paling dahsyat dalam sejarahnya. Pada hari itu, Padangpanjang diguncang dua gempa utama dalam rentang kurang dari tiga jam.
Berdasarkan rekonstruksi data seismologi modern terhadap catatan historis, peristiwa tersebut kini dikenal sebagai gempa kembar (earthquake doublet). Ratusan orang meninggal dunia, ribuan bangunan rusak, longsor memutus akses transportasi, dan Danau Singkarak mengalami fenomena seiche (gelombang berdiri yang berayun bolak-balik di dalam badan air yang tertutup atau sebagian tertutup) akibat guncangan yang sangat kuat.
Sayangnya, sejarah penting ini mulai jarang diperbincangkan.
Ketika dunia kini menyoroti gempa kembar Venezuela yang terjadi pada 24 Juni 2026, dengan dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 dalam selang sekitar 39 detik, sesungguhnya Sumatera Barat sedang diingatkan pada sejarahnya sendiri.
Bagi banyak negara, Venezuela merupakan fenomena yang mengejutkan. Namun, bagi Sumatera Barat, peristiwa tersebut seharusnya menjadi momentum untuk kembali memahami pelajaran dari gempa Padangpanjang 1926.
Fenomena gempa kembar berbeda dengan pola gempa yang selama ini lebih dikenal masyarakat. Umumnya, satu gempa besar akan diikuti oleh rangkaian gempa susulan (aftershock) yang berkekuatan lebih kecil.
Namun, pada gempa kembar, yang terjadi justru dua gempa utama dengan kekuatan yang relatif sama. Dalam kajian seismologi, kondisi ini dipahami sebagai salah satu bentuk pelepasan energi yang kompleks, ketika perubahan distribusi tegangan (stress transfer) pada satu segmen patahan dapat memengaruhi segmen lain yang telah berada dalam kondisi kritis.
Pelajaran ini menjadi sangat relevan bagi Sumatera Barat. Wilayah ini dilintasi oleh Sesar Besar Sumatra, salah satu sistem sesar aktif utama di Indonesia yang tersusun atas banyak segmen.
Sesar aktif bukanlah satu garis yang berdiri sendiri, melainkan lebih menyerupai rangkaian mata rantai yang saling terhubung. Ketika satu segmen melepaskan energi, distribusi tegangan pada segmen lainnya dapat berubah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




