Orang Baik Jangan Dimusuhi dan Disakiti

241

Oleh: Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi & Motivator Nasional

Di sekitar kita, baik keluarga maupun teman, pasti ada orang baik. Itu dapat dilihat dari tingkah laku dan tutur katanya.

Mereka selalu menunjukkan keteladanan sehingga banyak yang mencontohnya. Orang seperti ini biasanya konsisten. Tidak goyah karena faktor duniawi.

Orang baik itu selain satu kata ucapan dan perbuatan, biasanya memiliki karakter dan jati diri yang kuat. Tidak mudah diombang-ambingkan keadaan. Teguh dalam prinsip dan konsisten menjalankannya.


Terkadang kesannya kaku. Tidak jarang bertentangan dengan lingkungan. Hanya waktu yang menunjukkan kebenarannya sikap dan prinsipnya. Semuanya tentu atas kuasa dan seizin Tuhan.

Jika menemukan orang baik di sekitar kita, janganlah dimusuhi, apalagi disakiti. Akan rugi sendiri baik di dunia maupun akhirat. Mengurangi rezekinya sendiri.

Hanya masalah waktu, Tuhan akan menunjukkan kekuasaanNYA.

Mereka yang memusuhi dan berbuat negatif pada orang baik -suatu saat kelak, baik di dunia maupun akhirat- akan menyesalinya. Bahkan sangat menyesal.

Mohon Ampun ke Tuhan
Tuhan dengan caraNYA akan memberikan pelajaran sangat berharga. Bisa saja orang yang hati dan pikirannya masih dipenuhi “sampah” itu dengan terpaksa menghubungi orang baik tersebut untuk minta bantuan. Setelah mentok melakukan hal yang sama pada orang lain.

Itu sama dengan menjilat ludah sendiri.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Apalagi atas kehendak Tuhan, tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang bisa menghalanginya.

Hal itu -meski harus menekan perasaan malu karena telah menyakiti orang lain- terpaksa dilakukan. Apalagi jika memang sangat membutuhkan bantuan dari orang baik tersebut.

Baca Juga:  Pemajuan Kebudayaan Nagari

Tentang itu telah banyak contoh di masyarakat. Mungkin juga pernah terjadi di lingkungan keluarga kita sendiri. Hal tersebut merupakan pelajaran dan pengalaman berharga.

Untuk itu, janganlah sampai terjadi pada diri kita. Sebelum terlambat memohon ampunlah ke Tuhan. Sedangkan kepada orang yang pernah disakiti agar meminta maaf. Itu menunjukkan bahwa kita berjiwa besar.

Menghargai Orang yang Berkomunikasi
Untuk berbuat baik, tidak pernah ada kata terlambat. Sedangkan untuk minta maaf nggak perlu malu. Khilaf itu biasa, asal hal yang sama jangan dilakukan berulang-ulang.

Perilaku kita harus cerdas. Jangan seperti keledai yang terperosok ke lubang yang sama. Ruginya pasti dobel-dobel.

Orang baik itu biasanya temannya banyak. Di manapun berada selalu diterima lingkungan.

Banyak orang yang senang berinteraksi dan berkomunikasi dengan dirinya.

Salah satu dari banyak hal yang menonjol pada orang baik, selalu menghargai orang yang berkomunikasi dengannya. Tidak pernah meremehkan mereka. Bahkan sering melihat kelebihan seseorang dan mengapresiasinya sekecil apapun juga.

Berteman sama orang baik sama sekali tidak ada ruginya. Untungnya banyak banget, baik langsung maupun tidak langsung.

Dengan meneladaninya, diarahkan untuk selalu berbuat baik di manapun berada.

Selain itu jika sewaktu-waktu butuh bantuan, insya Allah dibantu. Mungkin tidak langsung tapi lewat temannya. Referensinya sangat berharga dan dipercaya sekali.

Berdasarkan semua hal di atas, janganlah memusuhi apalagi menyakiti orang baik. Dari waktu ke waktu agar memperbanyak teman yang seperti itu sehingga rezekinya semakin banyak. Aamiin ya robbal aalamiin…(*)