Keluarga Saya Lolos Korona

106
ilustrasi. (net)

Yulihasri
Pemerhati Perilaku, Dosen Fakultas Ekonomi Unand

Tulisan ini saya buat dalam keadaan stres berat dan sambil berdoa bahwa dengan tetap di rumah dan menjaga protokol kesehatan saya akan selamat dari wabah Covid-19. Saya menulis kejadian ini dengan bertahap selama 3 minggu dengan perasaan cemas. Sebelum ini, saya dan keluarga sudah menjalankan seluruh protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, seperti prinsip 3M; mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Hasilnya sebelum tulisan ini dibuat, kami sekeluarga masih dalam keadaan sehat.

Pada suatu waktu, tiba-tiba seperti disambar petir di siang bolong dengan shock kami terkejut mendapat berita dari pihak kesehatan rumah sakit umum kota memberitahu bahwa saya dan anak-anak positif Covid-19 setelah menjalanin swab test.

Virus korona telah ada di rumah kami bukan satu orang, tetapi saya dan seluruh anak-anak saya. Mula-mula kami terkejut atas musibah yang menimpa kami. Selama ini, hanya membaca di medsos dan mendengar cerita dari orang-orang yang sudah terjangkit, dan ada sebagian virus korona yang menyebabkan kematian.

Memang akhir-akhir ini, perasaan saya mengatakan bahwa virus korona makin mendekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Karena banyak di sekitar saya seperti rekan kerja, tetangga dan keluarga besar saya yang telah terpapar dengan virus ini.

Apa yang saya khawatirkan selama ini makin dekat dengan kehidupan keluarga saya, dan pada akhirnya apa yang saya takutkan selama ini akhirnya terjadi. Saat mendengar berita itu ada pikiran buruk menghantui pikiran saya apakah saya dan anak-anak saya yang masih muda yang belum menikmati sukses hidup ini akan berakhir hidup mereka dengan Covid-19 mematikan ini.

Untuk mengurangi rasa stres, saya mencoba berkomunikasi dengan para senior, sahabat, keluarga yang pernah terpapar dengan Covid-19 ini dan dinyatakan sudah sembuh. Dari hasil komunikasi, saya mendapatkan pengalaman dan nasihat dari mereka.

Kami juga membaca tulisan-tulisan yang bermanfaat tentang bagaimana memerangi virus korona yang telah bersarang di tubuh saya dan anak anak saya. Kami melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Dengan semangat berdoa dan berusaha saya dan keluarga melalui masa kritis selama tiga minggu dengan usaha memperhatikan perkembangan saya dan anak anak waktu ke waktu.

Kadang waktu bangun pagi saya saling tersentak apakah saya dan anak-anak masih hidup, dan kami cek segera ke kamar mereka masing-masing dengan memanggil mereka. Alhamdulliah saya mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah bahwa kami masih diberi kesempatan untuk meneruskan kehidupan ini.

Ada lagi yang tetap mencemaskan bahwa walaupun mereka sehat nantinya kemungkinan akan meninggalkan bekas yang bersifat permanen. Pelajaran yang berharga dari pengalaman saya bersama keluarga yang positif dengan korona ini dari awal dinyatakan terpapar Covid-19 sampai dengan keadaan sembuh total, dengan ini saya ingin berbagi tips-tips menjaga kesehatan kepada pembaca yang budiman:

Pertama, berdoa dan beribadah. Dengan beribadah pasti mendapat ketenangan minimal keadaan lebih baik, karena kita punya keyakinan virus ini sedikit banyaknya akan mengurangi dosa-dosa kita. Dengan berdoa dan beribadah kita akan mendapat ketenangan, dengan itu dapat membantu tubuh kita dalam melawan virus ini.

Kedua, berpikir positif. Berpikir positif terhadap wabah virus korona ini kalau kita sudah terpapar, maka besar kemungkinan kita akan sembuh, seperti yang dinyatakan WHO bahwa tingkat kematian dari virus ini kurang lebih sebesar 4 persen.

Jadi seandainya kita terpapar dengan virus ini, tidak serta merta menyebabkan kematian tapi masih besar peluang kita untuk sembuh dengan syarat ada usaha penuh dan selalu berpikir positif.

Baca Juga:  Optimislah

Ketiga, nutrisi super sehat. Makan makanan yang sehat dengan makanan tambahan seperti yang banyak mengandung vitamin A, C, E dan D, untuk meningkatkan imunitas tubuh, maksimalkan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna-warni, karena kita perang dengan virus ini harus Gaspool, jangan makan-makanan yang tidak sehat.

Keempat, berjemur di pagi hari. Berjemurlah di bawah sinar matahari pagi antara jam 7 sampai dengan 10, jangan lewat dari itu karena akan membuat kulit kita melepuh. Dengan ini kita mendapat vitamin D secara alami dan mengeluarkan keringat, hal ini juga dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Kelima, suplemen multi vitamin. Kita perlu konsumsi suplemen vitamin tambahan seperti vitamin A, C, E, D serta Zink secara disiplin. Mengkonsumsi suplemen vitamin memang akan manambah biaya, tapi demi kesehatan dan keselamatan jiwa tidak menjadi masalah karena tubuh kita dalam keadaan perang dengan covid ini.

Keenam, tidur yang cukup dan olahraga. Tidurlah yang cukup dan olahraga teratur maka akan membantu fisik dan jiwa untuk memerangi virus yang mematikan ini. Cepatlah tidur pada malam hari dan cepat bangun pagi hari untuk mendapatkan udara segar yang kaya dengan oksigen.

Lakukan juga olahraga ringan yang bisa dilakukan di rumah saja, walaupun kita dalam keadaan sakit. Kemudian kalau ada fasilitas alat olahraga seperti sepeda statis atau treadmill di rumah yang bisa dimanfaatkan untuk olahraga ringan. Olahraga itu manfaat utamanya adalah mengeluarkan keringat (toxic) dari tubuh kita.

Ketujuh, riangkan hatimu. Senangkan dirimu dengan hiburan atau melakukan sesuatu yang menyenangkan hati. Hati yang riang akan sangat membantu tubuh kita untuk memerangi virus Covid-19 ini. Dengan riang hati tubuh kita akan memproduksi lebih hormon kebahagiaan yaitu hormon Serotonin dan Endorfin.

Hormon-hormon itu akan membantu tubuh kita meningkatkan imunitas tubuh, sebaliknya kalau kita stres maka tubuh akan menghasilkan hormon kortisol yang akan menurukan imunitas tubuh.

Kedelapan, tingkatkan kebersihan rumah. Kebersihan rumah harus kita tingkatan dan ditambah dengan mensterilkan rumah dengan penyemprotan menggunakan disinfektan untuk memastikan virus ini tidak akan berkembang. Di samping itu, rumah yang bersih akan menyelamatkan anggota keluarga yang belum terpapar dengan virus ini.

Kesembilan, tetap menjaga protokol kesehatan. Jika isolasi mandiri di rumah, maka alat keperluan sehari-hari harus dipisah bagi yang terjangkit dan tidak. Terapkan protokol kesehatan seperti pisahkan kamar, alat-alat makan yang terpisah, mencuci baju, pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.

Kesepuluh, tawakal. Setelah melakukan upaya yang terbaik, maka selanjutnya kita harus bersikap tawakal kepada Allah SWT. Sikap tawakal akan membantu emosi kita lebih tenang, dan dengan ketenangan itu jiwa dan raga lebih kuat dalam memerangi virus korona ini. Artinya, tugas kita hanya berusaha dengan terbaik tetap Allah yang akan menentukan kita meninggal atau sembuh.

Kesimpulan
Virus Covid-19 ini memang mematikan, tapi jangan terlalu ditakuti yang penting waspada karena kalau kena jika terpapar, masih besar peluang untuk sembuh dengan mempraktikkan 10 tips mujarab seperti di atas, antara lain: berdoa dan beribadah, pikiran positif, nutrisi super sehat, berjemur di pagi hari, konsumsi suplemen multivitamin, tidur yang cukup dan olahraga, riangkan hatimu, tingkatkan kebersihan rumah, tetap menjaga protokol kesehatan, dan terakhir tawakal kepada Allah SWT karena tugas manusia hanya berbuat terbaik tetap Allah yang menentukan.

Demikianlah tulisan ini saya buat dengan harapan dapat membantu para pembaca budiman, sahabat dan masyarakat luas lainnya yang sedang berjuang melawan Covid-19 ini. (*)