Persiapan Sekolah Pascakorona

126
Ilustrasi kembali ke sekolah. (Foto: IST)

Yunardi Sikumbang
Pengawas pada Dinas Pendidikan Kota Padang Sumatera Barat

Lebaran sudah berakhir. Virus korona masih menghantui rasa cemas sebagian guru. Pandemi Covid-9 yang menghebohkan dunia ini mengubah tatanan kehidupan manusia di seluruh dunia. Termasuk dunia pendidikan.Dunia pendidikan pun sangat terpengaruh. Perencanaan pendidikan, proses pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, laporan, evaluasi kerja di bidang pendidikan, terjadi perubahan yang signifikan juga luar biasa pengaruhnya.Lantas, apakah kita menerima saja secara pasrah kejadian ini? Apakah kita menerima saja apa adanya dan menurunkan motivasi kerja dengan musibah ini?

Jawabannya tentu tidak. Kenapa? Kita harus berpikir, mencari solusi, dan mempersiapkan segala kemungkinan dan merencanakan secara profesional dan matang apa yang harus kita persiapkan ke depan menghadapi tantangan dunia pendidikan pasca pandemi virus korona.

Sebagai lokomotif penggerak, dinas pendidikan, perlu segera menyusun langkah langkah konkret, untuk melanjutkan kegiatan ke pendidikan di kantor dan di sekolah. Ada dua kegiatan atau kerja penting yang perlu dilakukan oleh sekolah. Pertama; Penyelesaian Tahun Pelajaran 2019/2020. Ketika virus korona mewabah, KBM di sekolah ditiadakan dan diganti dengan kegiatan belajar jarak jauh dari sekolah ke rumah siswa. Kita melakukan PBM dengan mengunakan jasa internet melalui pembelajaran (daring dan luring). Sampai dimana hasil dan belajar jarak jauh ini belum bisa diukur.

Nah, sekolah perlu segera mengadakan evaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan belajar jarak jauh ini. Siswa harus segera dievaluasi. Guru agar mengolah hasil evaluasi, dan merekap hasilnya serta melaporkan ke dinas pendidikan. Ini langkah pertama yang perlu dilakukan oleh sekolah. Langkah kedua, persiapan dan penyerahan ijazah dan rapor siswa.

Kalau nilai sudah diolah, sekolah perlu menyiapkan ijazah dan rapor. Siswa kelas VI, kelas IX, dan kelas XII paling utama diselesaikan, baik rapor maupun ijazahnya. Sebelum tahun ajaran berakhir rapor dan ijazah siswa perlu segera diselesaikan agar tidak mengganggu keberlanjutan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan sampai rapor dan ijazah siswa diberikan setelah tahun ajaran berakhir. Jangan sekolah yang menjadi penyebab anak anak terganggu keberlanjutan pendidikannya.

Ketiga, sekolah perlu segera melakukan analisis konteks terhadap kegiatan yang telah dilakukan sepanjang Tahun Pelajaran 2019/2020. Ini perlu dilakukan agar persiapan untuk membuat program tahun berikutnya valid, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, sekolah perlu mengadakan persiapan lokakarya untuk membuat KTSP 2020/2021. Untuk Sumatera Barat PSPB-nya berlaku sampai 7 Juni 2020, berarti mulai tanggal 8m Juni, sekolah sudah bisa mengadakan lokakarya dan workshop guru.

Sekolah perlu mempersiapkan ini dengan tetap berpedoman pada protokol pelaksanaan aturan antisipasi penyebaran Covid-19. Sekolah jangan lagi terlena dengan ketakutan dan kecemasan. Segera menuntaskan semua tugas terkait tahun pelajaran 2019/2020.

Keempat, penerimaan rapor. Sekolah perlu berkoordinasi dengan dinas pendidikan, pengawas, dan dewan guru untuk persiapan dan pelaksanaan penyerahan rapor. Ini sangat penting, karena banyak peraturan baru, perubahan dan kondisi yang tidak diduga terjadi dan akan terjadi. Surat edaran terbaru, Permendikbud, dan perubahan regulasi lainnya penting untuk diperhatikan untuk pertimbangan.

Jadwal kegiatan penerimaan rapor ini perlu dipedomani dalam pengumuman yang diberikan oleh dinas pendidikan masing- masing kabupaten kota dan provinsi. Kepala sekolah agar proaktif untuk menjamin koordinasi yang baik dengan semua pihak terkait.

Kelima, penyelesaian tahun ajaran 2019/2020 adalah pendaftaran siswa baru. Sekolah agar segera membentuk panitia penerimaan murid baru. Agar hal yang terkait dengan kegiatan ini bisa diambil alih oleh panitia, sehingga tidak memberatkan kepada sekolah, dimana diawal tahun ajaran ini biasanya sekolah sangat padat kegiatan. Panitia perlu sekali untuk membuat proposal dan menyiapkan secara teknis bagaimana proses penerimaan murid baru mulai dari; syarat, pengumuman, sampai pendaftaran ulang dan memulai masa orientasi siswa baru di sekolah.

Persiapan Tahun Pelajaran Baru 2020/2021
Tanpa perencanaan sama dengan merencanakan kehancuran. Jangan lagi terlena dengan korona wahai sekolah. Segera buat perencanaan. Jangan lagi menunggu pengawas datang ke sekolah baru membuat perencanaan. Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah menyambut Tahun Pelajaran baru? Pertama, draf KTSP yang sudah ada segera dibahas dalam lokakarya. Jangan lagi KTSP disusun oleh orang-orang tertentu saja di sekolah. Rancang KTSP dengan melibatkan semua guru. Mulai dari penyusunan draft, seminarkan, dan bentuk tim yang akan menyelesaikan KTSP sampai tuntas (finalisasi KTSP).

Kedua, pengusunan program sekolah antara lain: program kepala sekolah, program wakil kepala sekolah, program tata usaha, program guru mata pelajaran dan program guru BK, program kepala perpustakaan, program kepala laboratorium, program pembinaan OSIS, program ekstrakurikuler, dan program lainnya sesuai kemampuan dan tuntutan sekolah. Program ini sangat penting sebagai pedoman dalam bertugas sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada atasan atau pihak terkait. Ketiga, persiapan pelaksanaan, dan evaluasi. Agar semua program berjalan dengan baik, sekolah perlu menyiapkan pelaksanaan secara matang. Disamping program semua bidang, sekolah harus menyiapkan instrumen pemantauan pelaksanaan dan personelnya untuk melaksanakan pemantauan.

Bukan saja pengawas yang berkewajiban memantau dan mengevaluasi kerja semua warga sekolah, guru senior, wakil kepala sekolah, komite, orang tua murid, dan tokoh masyarakat juga perlu dilibatkan dalam mengawasi, mengontrol jalannya aktivitas sekolah. Oleh karena itu, manajemen sekolah perlu bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengontrol dan mengawasi sekolah. Jadi, untuk persiapan tahun pelajaran baru sekolah perlu berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Kemajuan suatu sekolah sangat ditentukan oleh seberapa banyak orang atau pihak yang dilibatkan dalam pengelolaannya. (*)