Amalan Ramadhan Melawan Covid-19

Marhaban yaa Ramadhan.

#bersamamelawancovid19, demikian salah satu hashtag pemerintah daerah provinsi Sumbar mengajak masyarakat untuk memutus rantai penyebaran pandemi korona. Bagaimana cara melawannya? Tentu dengan disiplin mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tidak cukup di situ. Kita juga harus melawan Covid-19 dengan meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan.

Dalam Islam, ada beberapa amalan yang jika dilakukan bisa menolak bala’, menghindari musibah, dan mengubah azab Allah menjadi rahmat-Nya. Amalan-amalan tersebut sesungguhnya banyak dilakukan di bulan Ramadhan sehingga perlu dioptimalkan. Lima di antaranya: Pertama, perbanyak istighfar dan bertaubat pada Allah SWT. Setiap musibah yang terjadi disebabkan oleh kesalahan manusia, namun Allah selalu memaafkan hamba-Nya (QS As-Syura: 30). Allah juga tidak akan mengazab hamba-Nya yang senantiasa beristighfar (QS Al-Anfal ayat 33).

Ibn Qayyim dalam kitab Adh-Dhaw’ual-Munir ‘ala al-Tafsir, mengutip pernyataan Ali bin Abi Thalib: ”Tidaklah suatu bala’ turun melainkan karena dosa, dan tidaklah bala’ tersebut akan diangkat melainkan dengan taubat.”

Imam Junaid, dalam kitab Risalah Qusyairiyah mengatakan: taubat mengandung tiga makna, yaitu penyesalan, tekad meninggalkan (tidak kembali) apayang dilarang Allah, dan berusaha memenuhi hak-hak orang yang pernah dianiayanya.

Ramadhan adalah bulan maghfirah. Ramadhan menjadi momen bagi kita untuk muhasabah atas dosa-dosa yang telah kita lakukan seraya menyesal, beristighfar, dan taubat nasuha. Mari berpuasa dengan iman dan ikhlas, dengan begitu Allah akan mengampuni dosa masa lalu (HR Bukhari). Lalu perbanyaklah doa: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ’afwa fa’fu anni’ ”Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Kedua, perbanyak sedekah. Dengan sedekah, orang yang susah jadi terbantu. Apalagi di tengah wabah korona ini. Sedekah berupa uang, makanan pokok dan kebutuhan dasar lainnya sangat dibutuhkan. Maka sedekah dapat membendung musibah. Rasulullah SAW bersabda: ”Segerelah bersedekah, sesungguhnya bala’ tidak dapat melangkahinya” (HR. Tirmidzi).

Di bulan Ramadhan, sedekah menjadi amalan penting yang dilakukan oleh setiap shaim. Bukankah puasa mengajarkan kepada kita betapa haus dan laparnya di siang hari sehingga kita berempati dan peduli pada orang-orang yang lapar dan haus karena kemiskinannya?

Maka lihatlah tetangga kiri dan kanan.Perhatikan keluarga dekat di kampung halaman. Atau teman sejawat di tempat kerja. Mereka yang kesusahan, bantulah dengan ikhlas. Bantuan berupa sedekah itu bisa melawan Covid-19 dimana Allah memusnahkannya sebagai bala’ atau musibah.

Ketiga, shalat malam (qiyamul lail).Di antara keutamaan shalat malam adalah meningkatkan daya tahan tubuh dan mengusir penyakit. Rasulullah SAW bersabda: ”Hendaklah kalian senantiasa melakukan shalat malam karena sesungguhnya shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya shalat malam adalah kedekatan kepada Allah, penghalang dari perbuatan dosa, penghapus segala kesalahan dan mengusir dari segala penyakit dari dari tubuh.” (HR. Tirmidzi).

Di bulan Ramadhan, kita disunahkan mendirikan shalat malam, seperti tarawih dan witir. Optimalkan ibadah malam dengan berjamaah bersama keluargadi rumah. Berlatihlah dengan khusyu’, tanpa terburu-buru. Hadirkan hati berkomunikasi dengan Allah. Serahkan segala urusan pada-Nya seraya bermunajat agar wabah ini segera sirna.

Jika shalat malam kita tegakkan, maka shalat fardhu tidak mungkin ditinggalkan. Pastikan anak-anak dan keluarga kita istiqamah mendirikan shalat sehingga perbuatan keji dan mungkar dapat dihindari. Jika shalat dilalaikan, seseorang cenderung gemar bermaksiat. Jika diri tenggelam dalam maksiat, sesungguhnya ia dalam musibah yang besar. Ibn ‘Atha’illah dalam kitab Bahjat an-Nufus menulis: ”Yang sebenarnya ditimpa musibah adalah mereka yang bermaksiat kepada Allah dan tidak bertaubat dari dosa”.
Keempat, takwa. Allah Swt menegaskan: ”barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar” (QS At-Thalaq: 2).

Covid-19 telah menimbulkan masalah bagi kehidupan manusia. Cemas, takut, tidak mendapat penghasilan, tidak bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, hingga ancaman kematian. Dengan takwa, Allah SWT akan menuntun hamba-Nya untuk keluar dari berbagai masalah, termasuk wabah Covid-19.

Salah satu upaya untuk menjadi orang bertakwa adalah dengan berpuasa di bulan Ramadhan (QS Al-Baqarah: 183). Maka berpuasalah dengan benar agar tercapai posisi takwa. Puasanya bukan lahiriah semata dengan menahan lapar dan haus, tetapi lebih dari itu, puasa mengendalikan hawa nafsu sehingga diri menjadi taat sepenuhnya pada Allah SWT. Imam asy-Sya’rani dalam kitab al-Fathul Mubin menulis: ”Puasa hadir untuk memutus rantai penghambaan kepada selain Allah dan mewujudkan kemerdekaan dari penjajahan syahwat dan objek syahwat.”

Kelima, doa.Ibn Qayyim, dalam kitab ad-Daa’ wa ad-Dawaa’ menegaskan: ”Doa adalah obat yang amat bermanfaat.Doa adalah musuh bagi bala’, memerangi dan mengobatinya, mencegah, mengangkat, dan meringankan bala’ yang menimpa.” Menurutnya, ketika disandingkan dengan bala’, doa memiliki tiga kondisi: 1) doa lebih kuat dari pada bala’ sehingga doa mencegahnya; 2) doa lebih lemah dari bala’ sehingga doa dapat meringankan bala’ yang menimpa orang bersangkutan; dan 3) satu sama lain saling menyerang dan saling menghilangkan.

Nabi SAW bersabda: ”Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Tidak ada yang bisa menambah usia kecuali kebaikan…” (HR. Ibn Majah dan Ahmad).

Ramadhan merupakan bulan di mana Allah mengabulkan doa setiap muslim. Sabda Nabi SAW: ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazar).

Maka perbanyaklah doa di bulan Ramadhan, terutama ketika berpuasa dan saat berbuka puasa. Sebab di antara doa yang tidak ditolak adalah ash-sha’im hatta yufthir, doa orang berpuasa hingga ia berbuka (HR. Ahmad), ash-sha’im hina yufthir, doa orang berpuasa ketika ia berbuka (HR. Tirmidzi). Maka jangan lalaikan waktu afdhal tersebut.

Begitu juga doa di sepertiga akhir malam. Sabda Nabi SAW: ”Tuhan kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim). Tentu doa-doa itu dimohonkan dengan ketaatan didasari dengan keimanan pada-Nya (QS Al-Baqarah: 186).

Lalu apakah Covid-19 ini bala’, musibah, atau azab? Hanya Allah yang tahu pasti, dan kita mestinya introspeksi. Wallahu a’lam. (*)

*Muhammad Kosim – Dosen FTK UIN Imam Bonjol Padang