Pemkab Limapuluh Kota: Mohon Maaf Lahir dan Batin

7
Safaruddin Datuak Bandaro Rajo Bupati Limapuluh Kota

Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah kepada seluruh umat Islam. Suasana lebaran Idul Fitri kali ini sangat berbeda pada tahun sebelumnya.

Kita harus bersyukur, Alhamdulillah tahun ini kita bisa berlebaran seperti sedia kala setelah dua tahun nyaris “dikurung” virus korona. Tetap kita jaga kesehatan dan tak sekalipun pernah mengabaikan prokes.

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa lebaran tahun ini membawa berkah terhadap ekonomi kita. Seperti yang kita dengan dari berbagai media, bahwa pada tahun ini ada sekitar 2 juta para perantau Minangkabau melaksanakan mudik lebaran.

Diperkirakan juga, ada sekitar lebih dari Rp 1 Trilun uang perantau beredar selama lebaran. Betapa nikmat dan karunia ini membawa berkah atas kembalinya menggeliat perekonomian masyarakat. Kembali menggeliat objek-objek wisata kita yang penuh oleh pengunjung.

Memang, persoalan klasik di daerah kita di hari raya adalah macet. Macet sulit terhindari karena jumlah kendaraan tak sebanding lagi dengan ruas dan panjang jalan yang ada. Untuk itu, kita telah mengagendakan pembangunan-pembangunan jalan baru. Pembangunan jalan antar nagari menjadi prioritas bagi kita.

Kita berharap, lekas terwujudnya jalan tol. Bila jalan tol terwujud maka itu berarti akan membuka satu peluang perekonomian masyarakat. Karena, jalan adalah salah satu urat nadi perekonomian. Jalan penupang perekonomian.

Baca Juga:  Darurat Buku di Indonesia

Sekiranya jalan tol selesai, maka hubungan antar propinsi akan semakin lancar. Hujan deras perekonomian di Riau, kita harapkan membawa berkah pada nagari kita. Terbangun jalan Tol, maka makin singkat dan makin lancar hubungan kita dengan propinsi tetangga.

Sehingga, tiap hari libur, mereka berkunjung ke daerah kita untuk berlibur menikmati objek dan keindahan alam kabupaten Limapuluh Kota. Itu berarti, uang akan banyak beredar di daerah yang sangat kita cintai ini.

Para berwisatawan berlibur untuk menyenangkan diri. Bila mereka puas dan senang, mereka tak lagi memikirkan soal berapapun uang yang akan dibelanjakan. Makin lama mereka menginap di daerah kita, makin besar uang yang mereka tinggalkan untuk daerah kita.

Dalam teori ekonomi, di mana uang banyak beredar, maka di situ kesempatan untuk mendapatkannya terbuka lebar. Artinya, hiduplah kantong-kantong ekonomi kita. Sehingga, kesejahteraan untuk kita semua.

Pesan kami, tetaplah ramah kepada pengunjung. Terus jaga kebersihan lingkungan. Mari kita berdoa, semoga tahun depan kita dapat dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan.
Aamiin ! (*)