Berharap Habis Gelap Terbitlah Terang

30
Ilustrasi habis gelap terbitlah terang. (Foto: IST)

Dasriel Adnan Noeha
Praktisi Perminyakan dan Industrial Management Strategic dan ISO Standard

“Habis Gelap Terbitlah Terang”, adalah sebuah buku kumpulan surat-surat Raden Ajeng (RA) Kartini yang dibukukan dalam perjuangan beliau mengajak masyarakat Indonesia, terutama kaum wanita untuk bangkit dari keterbelakangan akibat deskriminasi pendidikan zaman Belanda.

Buku itu menjadi ‘sumbu api’ untuk menyalakan semangat juang dan kebangkitan kaum wanita Indonesia sejak itu, dan hasilnya terlihat di era abad 20-21 ini dengan munculnya kaum wanita Indonesia berkiprah di setiap sektor kegiatan di Republik dan mancanegara
Hormat Kita Buat RA Kartini

Sekarang istilah habis gelap terbitlah terang, muncul lagi. Dunia terkejut karena terjadi kegelapan tiba-tiba dengan merebaknya pandemi Covid 19, yang hanya dalam enam bulan saja sampai saat ini membuat dunia lumpuh. Dunia gelap. Kematian di dunia telah melampaui dua juta orang, sementara masih terus bertambah.

Pandemik masih mencemaskan dunia, karena dikhawatirkan terjadi penyebaran virus Covid-19 gelombang kedua, bila keputusan kelonggaran salah disikapi. Sedihnya lagi, kematian juga dialami oleh orang yang bertugas merawat pasien juga jadi korban yakni dokter dan perawat medis. Seakan mengisyaratkan bila keputusan besar yang dilakukan Yang Maha Kuasa, tidak seorangpun yang sanggup mengelak dan lari dari keputusan itu.

Apakah virus Covid-9 adalah muncul alami dari ciptaan Allah, akibat kesalahan manusia mengurus alam ciptaan-Nya, sehingga meminculkan kemurkaan-Nya dengan mendatangkan balatentara Allah yakni virus korona yang ukurannya nano sanggup memusnahkan manusia dalam tempo singkat? Sampai saat ini belum ada pembuktian yang sah tentang penyebab malapetaka ini.

Zaman dulu, ada sejarah yang menuliskan kekuasaan Allah melumpuhkan sebuah hegemoni Raja Abraham, untuk meruntuhkan rumah Tuhan Kakbah hanya dengan lemparan kerikil kecil panas oleh burung kecil ababil.

Yang perlu kita cermati adalah; jangan sampai kamu menjadi sombong dan berani menentang ketentuan Allah untuk memakmurkan bumi. Bilamana kamu keluar dari ketentuan itu dan kamu menjadi semena-mena menganiaya kaum lain yang juga punyak hak hidup di bumi-Nya dan kamu menjadi kelompok hegemoni, niscaya kamu akan menerima sebuah hukuman, yang saat ini adalah wabah pandemi Covid-9, sehingga kamu lumpuh tak berdaya.

Data mencatat, lebih 35 juta rakyat Amerika menderita jadi miskin dan mengantre makanan. Puluhan juta rakyat Tiongkok menjerit kekurangan makanan sehat. Kita di Indonesia diancam kebangkrutan, karena butuh dana banyak untuk membantu rakyat yang jatuh miskin dan butuh uang buat bertahan hidup, karena tidak bisa lagi berjualan dan kehilangan perkerjaan. Untungnya pemerintah Indonesia berhati-hati dan bertindak benar dalam hal ini.

Dunia tidak membutuhkan lagi benda luxary seperti mobil mewah dan perhiasan serta assessories yang selama ini dibanggakan. Yang dibutuhkan sekarang adalah tubuh yang sehat dengan daya tahan tubuh yang kuat. Manusia butuh makanan sehat dan lingkungan yang sehat

Zaman Normal Baru
Habis Covid- 19, dunia akan ditata dengan sistem normal baru. Itu adalah pengelolaan kehidupan yang mengutamakan kesehatan diri dan lingkungan. Kebutuhan makanan sehat adalah kuncinya. Dialah ‘matahari’ kehidupan baru, disamping kegiatan hidup yang memenuhi standar kesehatan.

Semoga esok ada kehidupan baru. Esok ada sumber makanan sehat yang terkelola dengan sehat dan tanpa ada media kemunculan virus baru. Kita sambut era normal baru dengan menyikapinya sebagai berikut; Sekarang era sumber makanan sehat akan muncul yakni petani yang menghasilkan sumber bahan makanan yang dibutuhkan dunia.

Lahan tidur selama ini harus dikonversikan untuk jadi lahan pertanian sumber makanan. Jadikan kolam ikan sebagai sumber protein hewani yang sehat dan dubutuhkan dunia. Juga lahan peternakan untuk sumber protein kehidupan yang sehat. Dunia akan berpikir ulang untuk mengalihkan kebutuhan asesoris kehidupan seperti mobil mewah dan perhiasan, dialihkan akan kebutuhan sayur dan buah-buahan untuk menaikkan daya tahan tubuh untuk melumpuhkan serangan virus.

Dunia akan terang lagi dengan peralihan sumber cahaya dari dunia barat yang selama ini hegemoni dengan kehidupan moderen yang tiba-tiba gelap oleh serangan sebuah pandemik virus Covid-19. Beralih ke timur atau ke negara yang masih punya tanah untuk diolah menjadi lahan pertanian, peternakan dan perikanan. Sumbar masih banyak lahan kosong buat kita olah.

Mari kita bangkit dengan semangat normal baru. Menaikan peran petani kita yang menghasilkan komoditi yang kita jual ke Amerika dan Tiongkok. Serta UMKM yang menghasilkan produk bahan makanan yang berbasiskan hasil pertanian dan perikanan yang dibutuhkan dunia saat ini.

Pasar sudah terbuka lebar. Tinggal kita memanfaatkannya. Pemerintah Sumbar bisa bergandengan dengan kelompok masyarakat dan UMKM, seperti peran Koperasi Saudagar Minang Raya (SMR) yang harus bisa menjadi pionir matahari dari timur ini agar cahaya mulai terang.

Peran Kop SMR bisa dalam bentuk beberapa kegiatan seperti; merangkum UMKM Sumbar dan mengkoordinirnya menjadi produk bernilai jual ke mancanegara. Mengaktifkan sebuah usaha kelompok tani yang mengelola sayuran yang amat dibutuhkan seperti cabai, bawang, jahe, sayur, ikan, wortel dan lain-lain.

Memproduksi bahan olahan seperti cabai dalam botol, timun dalam botol, rebung dalam botol, toge dalam botol, ikan kering, daging kering, rendang yang bisa dijual ke mancanegara.Membantu mengembangkan aset daerah Sumbar yang bernilai bisnis untuk pemda dan koperasi. Dan lain-lain bidang usaha dalam menangkap peluang new normal era yang akan segera di depan mata.

Tantangannya pasti ada, yakni modal usaha. Tapi orang Minang yang siap jadi pemodal masih ada di Republik ini seperti Paragon Grup dibawah ibu Nurhayati Subakat. Lalu, ada pengusaha Minang lainnya seperti Joineiry Kahar dan putranya Audy Joinaldy, Irman Gusman, Basrizal Koto dan lain-lain. Kita yakin asal bisa mengajak mereka dengan proposal bisnis yang baik, Insya Allah mereka akan berpartisipasi untuk kebangkitan usaha orang Minang. Pada akhirnya, Habis gelap terbitlah terang. Semoga (*)